Kota Tasikmalaya, Qjabar – Disela-sela perayaan Pelepasan MTs Persis Media Qjabar berjumpa dengan Praktisi Pendidikan Arif Rifandi dan beliau mengatakan banyak berbagai hal terkait dengan Penerimaan Calon Murid Baru di Kota Tasikmalaya.
Dan ini tanggapannya pada kesempatan tersebut. Pada saat ini sedang gencar-gencarnya Penerimaan Calon Murid Baru di sekolah Negeri, berbesar harapan bahwa Pemerintah Pusat, Provinsi, atau Pemerintah Kota Tasikmalaya membuat satu terobosan agar pemerataan mutu pendidikan, pemerataan siswa itu berlangsung di Madrasah dan Sekolah.
Lebih lanjut dia mengatakan, sehingga bisa mengantisipasi dapat memetakan terkhusus di Kota Tasikmalaya yang hari ini menurut rumor-rumor yang terjadi berkaitan dengan angka tidak sekolah memang belum ada jumlah yang pasti dan semua warga pendidikan ikut bertanggung jawab untuk memastikan bahwa anak tidak boleh tidak bersekolah semuanya harus sekolah karena itu Pemerintah Kota Tasikmalaya harus mampu memetakan itu semua baik di Sekolah Negeri maupun di sekolah swasta.
Terutama PCMDnya harus terintegrasi dengan sekolah-sekolah yang di kelola oleh masyarakat, ini merupakan cara untuk membuat proses PCMD berjalan tidak tumpang tindih sesuai dengan apa yang menjadi tupoksinya.
Baca juga : PWRI Tasikmalaya Dukung Tegas Larangan Rekrut Honorer Baru, Chandra: Hentikan Titipan Politik di Birokrasi
Jangan sampai ada sekolah-sekolah yang tidak kebagian murid, dan sesuai dengan apa yang ada dilapangan sekolah-sekolah yang dikelola oleh masyarakat biasanya menengah ke bawah dan jangan sampai dijadikan bahan kompetitor.
Perlu ada kebijakan baik itu dari Eksekutif maupun itu legislatif sehingga bisa berbarengan. Dan setiap lembaga pendidikan wajib menunjukkan eksistensinya memfasilitasi minat dan bakat peserta didik pada umumnya dan tidak hanya tersimpul di Sekolah Negeri.
Misalnya sekarang ini ada launcing Sekolah Maung, Sekolah Garuda dan tentu saja hal tersebut tersegmentasi pada segmen yang berbeda-beda. Sekolah Maung di rekrut bagi mereka yang berprestasi, Sekolah Rakyat Segmentasnya Decil 1nya bagi masyarakat yang miskin.
9Padahal tugas sekolah membimbing mereka yang sudah bisa menjadi luar biasa, karena itulah lembaga-lembaga pendidikan harus lebih kepada pendekatan kepada azas keadilan dan pemerataan.
Pada prinsipnya mutu pendidikan itu tidak tersimpul hanya disatu sekolah yang dinilai favorit dan di sekolah-sekolah pelosok wajib juga didorong SDMnya, didorong kepemimpinan Kepala Sekolahnya didorong anggarannya, didorong saprasnya dan hari ini pun memang sudah oleh karena itu kalau ada intervensi Kebijakan dari Pemerintah Daerah saya yakin kita bisa melakukannya.
Reporter : Irfan





