Bandung,Qjabar – Perdana mengikuti ajang Camel Race tingkat senior, atlet Indonesia tembus 10 besar ajang Camel Race Islamic Solidarity Games di Riyadh, baru-baru ini.
Catatan apik ini ditorehkan atlet putra bernama Muhammad Ikhwanudin. Sementara atlet putri pertama yang ikut kejuaraan ini pun Aqillah Haurah tampil gemilang. Ia berhasil masuk peringkat 8 pada babak kualifikasi.
Kejuaraan Camel Race Islamic Solidarity Games sendiri diikuti sekitar 18 negara yang didominasi negara teluk. Sementara bagi Indonesia, Camel Race merupakan cabang olahraga baru yang mulai mendapat perhatian.
Baca juga:Atlet Kabupaten Bandung Harus Puas Tanpa Medali, Dua Diantaranya Raih Tiket Porprov XV 2026 di Bogor
Manager Tim Camel Race Indonesia, Mihra Dildari menyatakan rasa syukurnya. Sebab, keikutsertaan Indonesia di ajang camel race Islamic Solidarity Games 2025 ini merupakan pengalaman berharga sekaligus sejarah baru.
“Atlet putera berhasil masuk babak final dan meraih peringkat Top 10, sementara atlet puteri berhasil menempati peringkat 8 pada babak kualifikasi. Ini capaian yang sangat membanggakan bagi kami semua,” ungkapnya.
Menurutnya, ada sejumlah tantangan yang dihadapi selama kejuaraan. Mulai dari adaptasi cuaca, mempelajari karakter unta dan teknik menunggangnya dalam waktu yang singkat, hingga dinamika dan tekanan dalam kompetisi internasional.
“Alhamdulillah, dengan support dari banyak pihak, tim yang solid dan kerja keras atlet, semuanya bisa dilalui dengan baik,” katanya.
Baca juga:9 Atlet Kab Bandung Siap Raih Medali Terbanyak di Ajang BK Porprov
Mihra juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan penuh. Secara khusus kepada Ketua Umum NOC Indonesia dan Ketua Umum Federasi Indonesia Camel Sport yang telah memberikan arahan, fasilitas, dan support yang luar biasa kepada tim kami. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk pengembangan olahraga camel race di Indonesia.
Atlet Putra Camel Race Indonesia, Muhammad Ikhwanudin juga mengungkapkan rasa syukurnya bisa mencapai babak final dan masuk peringkat Top 10.
“Ajang ini memberi saya banyak ilmu dan pengalaman yang sangat berharga terkait teknik balap unta dan pengalaman mengikuti event pertandingan di level internasional,” ucapnya.
Ia mengucapkan rasa terima kasihnya kepada keluarga, pelatih, dan seluruh tim yang mendukung. Secara khusus kepada Ketua Umum NOC Indonesia dan Ketua Umum Federasi Indonesia Camel Sport atas dukungan maksimal yang diberikan. Semoga prestasi ini membuka jalan bagi atlet-atlet Indonesia lainnya.
Hal senada diungkapkan Atlet Putri Camel Race Indonesia, Aqilla Haurah. Ia mengaku bangga bisa bersaing dan meraih peringkat 8 di ajang internasional ini.
Baca Juga:Forum Kadin Kota/Kab se-Jabar Desak Anindya Bakrie Segera Bereskan Kadin Jabar
Menurutnya, pengalaman ini sangat berharga dan memberikan motivasi besar untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan.
“Pertandingannya sangat kompetitif, dengan peserta dari berbagai negara yang sudah berpengalaman. Saya belajar banyak tentang strategi dan teknik mengendalikan unta balap, serta bagaimana mengatur mental di arena,” ungkapnya.
Aqilla juga berterimakasih kepada seluruh pihak yang sudah mendukungnya. Terutama kepada Ketua Umum NOC Indonesia dan Ketua Umum Federasi Indonesia Camel Sport yang memberikan kesempatan dan support maksimal.
“Semoga ke depan saya bisa memberikan hasil lebih baik lagi untuk Indonesia,” harapnya.
Reporter: Fajar









