Angka ATS Masih Tinggi, Disdikbud Tasikmalaya Gelar Bimtek Penanganan Anak Tidak Sekolah

Kabupaten Tasikmalaya, QJabar, — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) untuk jenjang Sekolah Dasar sebagai langkah strategis menekan angka putus sekolah serta memperluas akses pendidikan dasar. Kegiatan ini digelar di GOR PGRI Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (22/11/2025).

Bimtek 2025 tersebut diikuti para kepala sekolah, operator sekolah, pengawas, serta perwakilan UPTD Pendidikan dari seluruh kecamatan. Fokus utama kegiatan adalah penguatan kompetensi sekolah dalam melakukan identifikasi, verifikasi, dan penanganan ATS melalui mekanisme pelaporan yang lebih terintegrasi.

Pasalnya bimtek ini bertujuan memberikan pemahaman dan strategi praktis bagi sekolah dalam mendeteksi, menangani, serta mengembalikan anak yang tidak bersekolah agar kembali memperoleh hak pendidikan.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, Edi Ruswandi Hidayatuloh, S.Pd., M.M., mengungkapkan bahwa jumlah anak tidak bersekolah di Kabupaten Tasikmalaya masih mencapai sekitar 29 ribu anak. Menurutnya, angka tersebut berasal dari tiga kategori besar, yakni anak yang dikeluarkan dari sekolah (drop out), anak yang tidak melanjutkan jenjang pendidikan, serta anak yang belum pernah bersekolah.

“Nilai ATS masih tinggi dan kita belum bisa memastikan seluruhnya masuk pada tiga kategori tersebut. Sebab bisa jadi data yang tercatat tidak akurat karena sebagian anak berada di pesantren yang belum masuk ke Emis atau Dapodik,” ujar Edi.

Kendati demikian Edi menjelaskan, sejumlah anak yang menempuh pendidikan di pesantren tradisional atau non-formal tidak secara otomatis masuk dalam sistem pendataan resmi pendidikan nasional. Hal ini, katanya, menjadi tantangan tersendiri dalam memverifikasi status mereka apakah termasuk ATS atau bukan.

Ia berharap keberadaan Undang-Undang Pesantren dapat mendorong integrasi sistem baru yang mampu mencatat peserta didik berusia 6–13 tahun yang belajar di pesantren, termasuk pesantren yang mengelola program boarding school setara SD, MI, SMP, MTs, SMA, dan SMK.

“Kami akan melakukan penyisiran data dengan melibatkan pemerintah desa, operator desa, dan sekolah melalui sistem yang disiapkan Disdikbud. Ini penting untuk memastikan seluruh anak usia wajib belajar terdata secara akurat,” tambahnya.

Dinas Pendidikan menegaskan bahwa penanganan ATS merupakan prioritas untuk memastikan tidak ada anak yang kehilangan hak atas pendidikan dasar. Melalui Bimtek ini, pemerintah daerah berharap satuan pendidikan dapat bekerja lebih optimal dalam mengembalikan anak-anak ke sekolah serta mencegah terjadinya kasus putus sekolah baru.

Penutup

Kegiatan Bimtek ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat peran sekolah dan pemerintah daerah dalam memastikan tidak ada anak usia sekolah dasar yang terabaikan dalam proses pendidikan. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap penurunan angka ATS di Kabupaten Tasikmalaya.

Reporter: Masdar

 

 

Nasional

Kenang Jasa Ulama, Ribuan Santri Tasikmalaya Bawa Foto Pendiri Pesantren saat Kirab HSN

Kab. Tasikmalaya, QJabar — Ribuan santri dari berbagai pondok...

HUT ke-62 Golkar, DPD Kota Tasikmalaya Gelar Upacara Penghormatan di TMP

Kota Tasikmalaya Qjabar – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan...

Wamendagri Bima Arya: KDKMP Bukan Toko Ritel, Melainkan Infrastruktur Pemerintah untuk Penyaluran Barang Subsidi

Kabupaten Bandung Qjabar - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri)...

Mendagri Minta Pemda Perkuat Peran Diskominfo dalam Komunikasi Strategis dan Efektivitas Kebijakan Publik

Jakarta Qjabar – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito...

Karang Taruna Kabupaten Bandung Bahas Permensos Nomor 9 Tahun 2025 dan Refleksi 66 Tahun

Kabupaten Bandung Qjabar – Karang Taruna Kabupaten Bandung menggelar...

Ragam Berita

Tiga Hari Tiga Malam! Karang Taruna Keluarga 7 Siapkan Pesta Budaya Sunda di Cikambuy Tengah

Kabupaten Bandung Qjabar – Dalam upaya melestarikan dan memperkenalkan...

Dukung Digitalisasi Pesantren, BI Pusat Hibahkan Komputer untuk SD Lukmanul Hakim Binaan BMH Cirebon

CIREBON Qjabar – Komitmen mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan...

Kepala Desa Kopo Entang Suryana Ajak Warga Peduli Lingkungan, Beri Contoh dengan Aksi Nyata

Kabupaten Bandung Qjabar - Kepala Desa Kopo, Kecamatan Kutawaringin,...

Musim Hujan Mengancam, Kapolsek Katapang Siagakan TNI-Polri dan Forkopimcam Antisipasi Banjir

KATAPANG, Qjabar – Menghadapi meningkatnya curah hujan yang mulai...

Bersama Pesantren, BMH Jabar Resmikan Penanaman Bibit Alpukat di Soreang

Kabupaten Bandung Qjabar – Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan...

DPC Grib Jaya Purwakarta, Menyambut Sumpah Pemuda Dengan menggelar Khitanan Masal

Purwakarta Qjabar - Khitanan masal yang diselenggarakan DPC Gerakan...

Berita Terbaru

Popular Categories

Birokrasi