Kabupaten Bandung Qjabar – Momentum serah terima jabatan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Sangkanhurip, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, periode 2026–2034, menjadi ajang mempererat tali silaturahmi sekaligus membangun kembali semangat kebersamaan di antara para tokoh dan mantan anggota BPD yang pernah mengabdi untuk desa.
Dalam kesempatan tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Bandung, Ir. Aep Dedi, yang merupakan mantan anggota BPD Desa Sangkanhurip, mengungkapkan rasa bahagia dan haru karena dapat kembali bertemu dengan sejumlah rekan lama yang pernah bersama-sama menjalankan tugas dan pengabdian sebagai anggota BPD sejak tahun 1999.
Menurut Ir.Aep Dedi, pertemuan tersebut memiliki makna tersendiri. Selain menjadi ajang melepas kerinduan setelah sekian lama tidak bertemu, kegiatan itu juga menjadi momentum untuk mengenang perjalanan pengabdian serta memperkuat kembali ikatan persaudaraan di antara mereka, Selasa 3 Nopember 2026.
Ia menilai, pengalaman dan kebersamaan yang telah terjalin sejak dahulu merupakan modal sosial yang sangat berharga untuk terus berkontribusi dalam pembangunan Desa Sangkanhurip.
“Alhamdulillah, hari ini saya merasa luar biasa bahagia karena bisa kembali bertemu dengan teman-teman yang sudah cukup lama tidak berjumpa. Kami dahulu pernah bersama-sama menjadi bagian dari BPD sejak tahun 1999. Tentu ini menjadi momen yang sangat berkesan karena bisa kembali bersilaturahmi dengan rekan-rekan seperjuangan,” ungkap Aep Dedi.
Baca juga : Pemkab Bandung Komitmen Pertahankan Tiga Besar dan Perkuat Digitalisasi Layanan Informasi
Lebih lanjut, ia berharap semangat kebersamaan yang telah terbangun sejak lama tidak berhenti hanya pada kegiatan seremonial atau pertemuan semata. Sebaliknya, hubungan baik tersebut diharapkan dapat terus dipelihara dan diwujudkan melalui kerja sama nyata untuk mendorong kemajuan desa.
Menurutnya, pembangunan desa membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, bukan hanya pemerintah desa dan BPD, tetapi juga tokoh masyarakat, mantan anggota BPD, pemuda, serta seluruh elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap masa depan desa.
Aep Dedi juga menyoroti sejumlah agenda penting yang perlu menjadi perhatian bersama ke depan, di antaranya pengembangan BLKDes serta rencana pemekaran desa. Kedua hal tersebut, menurutnya, membutuhkan persiapan, komunikasi, dan kolaborasi yang baik agar dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Harapan kami ke depan, kita bisa terus bersinergi untuk membangun desa. Apalagi, ke depan ada berbagai agenda penting yang perlu mendapat perhatian bersama, baik terkait BLKDes maupun pemekaran desa. Selain itu, masih banyak persoalan di tengah masyarakat yang harus kita selesaikan secara bersama-sama,” tuturnya.
Ia menambahkan, berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat harus disikapi dengan komunikasi terbuka, musyawarah, serta mengedepankan kepentingan bersama. Dengan demikian, setiap persoalan dapat dicarikan solusi secara bijaksana tanpa mengesampingkan aspirasi masyarakat.
Terkait peran BPD, Aep Dedi berharap lembaga tersebut dapat menjalankan fungsinya secara optimal sebagai mitra pemerintah desa, terutama dalam menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat serta ikut mengawal jalannya pemerintahan dan pembangunan desa sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi sejauh mana program tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat secara langsung.
Sebagai anggota DPRD Kabupaten Bandung sekaligus putra daerah yang pernah mengabdikan diri di BPD Desa Sangkanhurip, Aep Dedi menyatakan kesiapan untuk ikut membangun komunikasi dan berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat demi mendukung kemajuan desa.
Menurutnya, perbedaan peran, kedudukan, maupun pengalaman bukanlah penghalang untuk bersama-sama memberikan kontribusi. Justru dengan menyatukan gagasan, pengalaman, dan potensi yang dimiliki setiap pihak, berbagai tantangan pembangunan desa akan lebih mudah dihadapi.
“Pada prinsipnya, kami sebagai bagian dari masyarakat Desa Sangkanhurip siap untuk berkolaborasi dengan pemerintah desa. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa bersama-sama membangun desa, menyelesaikan persoalan masyarakat, dan memberikan kontribusi terbaik demi kepentingan bersama,” tegasnya.
Ia berharap, kepengurusan BPD Desa Sangkanhurip periode 2026–2034 dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjaga komunikasi dan sinergitas dengan pemerintah desa, serta senantiasa mengutamakan kepentingan masyarakat.
Dengan terpeliharanya semangat persatuan, gotong royong, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, Aep Dedi optimistis Desa Sangkanhurip dapat terus berkembang menjadi desa yang lebih maju, mandiri, dan mampu meningkatkan kesejahteraan warganya.
Reporter : Yun.s

