BerandaRagam BeritaNormalisasi Situ Cicoledas Dimulai, Deni Sahidin Dorong Penanganan Berkelanjutan dan Pengembangan Potensi...

Normalisasi Situ Cicoledas Dimulai, Deni Sahidin Dorong Penanganan Berkelanjutan dan Pengembangan Potensi Wisata

Date:

Berita Terkini

PENGUMUMAN KEHILANGAN

TASIKMALAYA, QJABAR - Telah hilang 1 (satu) lembar Surat...

Yadi Supriadi Dorong Situ Cicoledas Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata dan Penggerak Ekonomi Desa

Kabupaten Bandung, Qjabar – Upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus...

Bupati KDS bersama Warga Tasyakur Binikmat Program Normalisasi Sungai Cisungalah Solokanjeruk 

KABUPATEN BANDUNG Qjabar - Bupati Bandung Dadang Supriatna didampingi...
spot_imgspot_img

Kabupaten Bandung, Qjabar – Upaya normalisasi Situ Cicoledas di wilayah Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, mulai dilakukan melalui kegiatan pembersihan gulma yang menutupi sebagian besar permukaan situ. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, TNI-Polri, BBWS, B3S, PTPN, komunitas pecinta lingkungan, penguyuban perahu arung jeram hingga masyarakat setempat.

Deni Sahidin alias Kang Amei menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan masyarakat Desa Banjarsari menjadi salah satu kekuatan penting dalam upaya mengembalikan fungsi Situ Cicoledas.

“Intinya saya ucapkan terima kasih buat semuanya, dari mulai Forkopimda, TNI, Polri, BBWS, B3S, PTPN, pecinta lingkungan, penguyuban perahu arung jeram dan semuanya yang terlibat. Terutama masyarakat Desa Banjarsari yang hari ini turun langsung membantu normalisasi Situ Cicoledas,” ujar Deni.

Ia mengatakan, kondisi Situ Cicoledas saat ini cukup memprihatinkan karena permukaan air banyak tertutup gulma. Kondisi tersebut membuat keberadaan situ nyaris tidak terlihat sehingga diperlukan langkah penanganan secara serius dan berkelanjutan, Rabu 12 Agustus 2026.

“Harapannya ke depan situ ini bisa normal kembali seperti situ pada umumnya. Sekarang kita bisa lihat sendiri, kondisinya penuh dengan gulma sampai tidak kelihatan situnya. Mudah-mudahan pembersihan ini bisa tuntas 100 persen,” katanya.

Namun demikian, menurut Deni, pembersihan secara manual dengan melibatkan ratusan personel membutuhkan tenaga dan waktu yang cukup besar. Karena itu, diperlukan dukungan peralatan yang lebih memadai agar proses normalisasi dapat berjalan lebih efektif.

Ia mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan mendapatkan respons positif terkait keberlanjutan penanganan Situ Cicoledas.

“Alhamdulillah tadi sudah koordinasi dengan BBWS dan ada lampu hijau. Insyaallah ke depan akan ditindaklanjuti terus. Kalau menggunakan cara manual dengan ratusan personel, kelihatannya cukup berat. Mungkin nanti bisa menggunakan alat berat untuk meringankan tenaga manual,” ungkapnya.

Diharapkan Tidak Sekadar Menjadi Lokasi Wisata

Deni menegaskan, tujuan utama dari kegiatan tersebut bukan semata-mata menjadikan Situ Cicoledas sebagai destinasi wisata. Menurutnya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengembalikan fungsi situ sebagai kawasan penampungan air.

“Harapan kita normalkan dulu menjadi situ. Setelah itu kita lihat potensinya. Bisa saja nanti ditanami ikan, menjadi bagian dari program ketahanan pangan, atau dibangun jogging track dan jalan di sekitar situ,” jelasnya.

Baca juga : Ikuti Jamnas XII 2026, KDS Lepas 44 Anggota Kontingen Pramuka Kabupaten Bandung

Menurutnya, pengembangan kawasan tersebut nantinya harus dilakukan melalui koordinasi dan kerja sama dengan pihak-pihak yang memiliki kewenangan, khususnya BBWS dan PTPN.

Jika ke depan terdapat peluang untuk menjadikan Situ Cicoledas sebagai kawasan wisata, hal tersebut harus tetap memperhatikan aspek perizinan dan ketentuan yang berlaku.

“Kalau memungkinkan untuk wisata, tentunya tidak terlepas dari izin dari BBWS dan PTPN. Jadi kita lihat dulu potensinya ke depan. Yang penting sekarang bagaimana situ ini bisa kembali berfungsi dengan baik,” ujarnya.

Punya Fungsi Strategis bagi Masyarakat

Lebih jauh, Deni menilai Situ Cicoledas memiliki potensi strategis bagi masyarakat Desa Banjarsari dan wilayah sekitarnya. Keberadaan situ tidak hanya berkaitan dengan aspek lingkungan, tetapi juga mempunyai fungsi penting sebagai penampungan air.

Air dari kawasan tersebut dapat mendukung berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pertanian, perikanan hingga menjadi cadangan air ketika menghadapi musim kemarau panjang.

“Inilah salah satu aset di wilayah Desa Banjarsari karena fungsinya sebagai penampungan air. Air ini bisa menghidupi semuanya, mulai dari pertanian, perikanan dan mungkin juga menjadi cadangan air ketika terjadi kemarau panjang,” tuturnya.

Karena itu, ia berharap normalisasi Situ Cicoledas dapat menjadi langkah awal untuk mengoptimalkan kembali fungsi ekologis dan sosial kawasan tersebut.

“Kita lihat saja ke depannya potensinya ada di mana. Kalau memang ada yang bisa dikembangkan, tentu akan kita dukung sepenuhnya untuk Situ Cioledas ini,” pungkas Deni Sahidin alias Kang Amei.

Kegiatan normalisasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada aksi pembersihan gulma semata, tetapi dapat dilanjutkan dengan penanganan yang lebih komprehensif sehingga Situ Cicoledas kembali berfungsi secara optimal serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan di Desa Banjarsari.

 

Reporter : Yun.s

Q Jabar

spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini