BerandaBirokrasi'Oleh-Oleh' APEKSI Ditunggu Warga, Myftah Farid: Jangan Berhenti Jadi Cerita dan Konten...

‘Oleh-Oleh’ APEKSI Ditunggu Warga, Myftah Farid: Jangan Berhenti Jadi Cerita dan Konten Medsos

Date:

Berita Terkini

Senam sambil Wisata Jadi Ciri Khas Panitia Senam di Mulyasari

Kab Bandung Qjabar - Senam sambil Wisata di Destinasi...

KDS Apresiasi Polresta Bandung, Polresta Bandung Run Perkuat Sinergi dan Hidup Sehat

KABUPATEN BANDUNG Qjabar – Ribuan pelari dari berbagai daerah...

Perkuat Otonomi Daerah, KDS Dukung Revisi UU Pemerintahan Daerah

DELI SERDANG Qjabar – Bupati Bandung, Dadang Supriatna menegaskan...
spot_imgspot_img

KOTA TASIKMALAYA, QJABAR – – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APEKSI XVIII di Kota Medan telah berakhir. Kini, perhatian publik beralih pada satu pertanyaan besar: apa yang dibawa pulang untuk Kota Tasikmalaya?

Ketua Generasi Muda NU Kota Tasikmalaya sekaligus Sekretaris Umum IKA PMII Kota Tasikmalaya, Myftah Farid, S.IP., menilai keikutsertaan Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam forum nasional tersebut harus menghasilkan dampak nyata yang dapat dirasakan masyarakat.

“Rakernas APEKSI adalah forum yang sangat baik untuk bertukar pengalaman dan mencari solusi. Namun, masyarakat tentu berharap hasilnya tidak berhenti menjadi bahan presentasi, laporan kegiatan, atau sekadar unggahan di media sosial. Yang dinanti adalah implementasi nyata di Kota Tasikmalaya,” ujar Myftah saat diwawancarai.

Menurutnya, salah satu hasil yang layak segera ditindaklanjuti adalah penguatan kapasitas fiskal daerah melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), apabila sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Selain itu, ia mendorong Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk mempercepat optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui digitalisasi sistem pajak dan retribusi, dengan mengadopsi praktik-praktik baik dari daerah lain yang telah terbukti efektif.

“Potensi peningkatan PAD masih sangat terbuka. Jika ada inovasi yang berhasil diterapkan di kota lain, tentu patut dikaji untuk disesuaikan dengan kondisi Kota Tasikmalaya,” katanya.

Di sektor lingkungan, Myftah berharap berbagai gagasan mengenai pengelolaan sampah yang diperoleh selama Rakernas APEKSI dapat diwujudkan menjadi program yang konkret, mulai dari pengurangan sampah di tingkat rumah tangga hingga pemanfaatan teknologi pengolahan sampah.

Ia juga menilai inovasi budidaya microgreen layak dikembangkan sebagai salah satu strategi ketahanan pangan perkotaan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

“Program seperti microgreen dapat diterapkan di sekolah, kelompok wanita tani, komunitas, maupun pelaku UMKM. Selain mendukung pola hidup sehat, program ini juga memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.

Myftah menegaskan, keberhasilan mengikuti Rakernas APEKSI tidak cukup diukur dari jumlah forum yang dihadiri atau banyaknya dokumentasi kegiatan.

“Ukuran keberhasilannya adalah seberapa cepat hasil forum tersebut diwujudkan menjadi kebijakan dan program yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Warga tentu berharap berbagai gagasan dari Medan benar-benar menjadi solusi bagi Kota Tasikmalaya,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Kota Tasikmalaya belum memberikan tanggapan resmi atas harapan dan masukan yang disampaikan dalam pemberitaan ini. Redaksi membuka ruang hak jawab kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk memberikan tanggapan, klarifikasi, maupun penjelasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan Kode Etik Jurnalistik.

Reporter, A RA

Q Jabar

spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini