Panen Perdana Bawang Merah, Pesantren Pertanian At Taqwa Hidayatullah Dorong Kemandirian Ekonomi

0
4

BANDUNG BARAT Qjabar — Pesantren Pertanian At Taqwa Hidayatullah menggelar panen perdana bawang merah di Kampung Pangkalan RT 02/RW 08, Desa Cimanggu, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Dari lahan seluas 2.000 meter persegi, panen perdana tersebut menghasilkan sekitar satu ton bawang merah.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pesantren Pertanian At Taqwa Hidayatullah dalam mengembangkan sektor pertanian sebagai salah satu sumber penguatan ekonomi dan kemandirian pesantren.

Program budidaya bawang merah tersebut juga melibatkan masyarakat sekitar. Sebanyak 15 petani turut terlibat dalam proses pengelolaan dan budidaya, mulai dari tahap penanaman hingga panen.

Panen perdana tersebut dihadiri Direktur Marketing BMH Pusat, Ustaz Zainal Abidin, bersama sejumlah rekan. Hadir pula H. Sabroni selaku tim konseptor dan pendukung sistem pengembangan pesantren.

Ketua Yayasan At Taqwa Hidayatullah, Affan Fallas, didampingi Koordinator Lapangan Pertanian Abdul Kholik, menyambut baik capaian panen perdana tersebut.

Affan mengatakan, hasil panen menjadi langkah awal untuk terus mengembangkan sektor pertanian di lingkungan pesantren sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

“Alhamdulillah, panen perdana ini menjadi langkah awal yang baik. Kami melihat pertanian memiliki potensi untuk terus dikembangkan dan dapat menjadi bagian dari pengembangan ekonomi pesantren. Keterlibatan petani sekitar juga menjadi bagian penting agar program ini memberikan manfaat yang lebih luas,” ujar Affan.

Menurutnya, pengembangan pertanian tidak hanya diarahkan pada hasil produksi, tetapi juga pada terciptanya ekosistem pemberdayaan masyarakat yang dapat berjalan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Abdul Kholik selaku Koordinator Lapangan Pertanian mengatakan, keterlibatan 15 petani di sekitar pesantren merupakan bagian dari proses membangun kerja sama dan pemberdayaan masyarakat.

“Harapannya, kerja sama antara pesantren dan petani sekitar dapat terus diperkuat. Tidak hanya dalam produksi, tetapi juga melalui pendampingan, pengembangan pengetahuan pertanian, dan penerapan sistem yang berkelanjutan,” kata Abdul Kholik.

BMH Siap Dukung Pengembangan Bawang Merah dari Benih Biji

Direktur Marketing BMH Pusat, Ustaz Zainal Abidin, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan panen perdana tersebut. Ia juga mengajak Pesantren Pertanian At Taqwa Hidayatullah untuk mengembangkan kerja sama dalam penanaman bawang merah yang dimulai dari benih biji.

Menurut Zainal, pengembangan dari benih biji menjadi salah satu peluang yang dapat dikembangkan bersama untuk memperkuat program pertanian pesantren.

“Kami mengajak untuk bisa bekerja sama dalam penanaman bawang merah dari benih biji. Insyaallah BMH siap mendukung dan memberikan support terhadap pengembangan program ini,” ujar Zainal Abidin.

Ia berharap kerja sama tersebut dapat menjadi bagian dari pengembangan pertanian pesantren secara lebih luas dan memberikan dampak positif bagi masyarakat yang terlibat.

Dorong Pertanian Organik Secara Bertahap

Sementara itu, H. Sabroni menekankan pentingnya penerapan sistem pertanian organik dalam pengembangan program pertanian pesantren.

Baca juga : MUI KOTA TASIKMALAYA MINTA PEMKOT DAN APH BERTINDAK TEGAS TERKAIT KINGS FAMILY KARAOKE

Menurutnya, penerapan pertanian organik perlu dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan proses dan kondisi lahan. Ia menyebut, saat ini telah tersedia formulasi yang digunakan untuk mendukung proses tersebut.

“Kita harus kembali kepada pertanian organik secara bertahap. Saat ini sudah ada formulasi yang digunakan dan terus dikembangkan untuk mendukung penerapan sistem pertanian tersebut,” ujar H. Sabroni.

Ia menambahkan, penerapan sistem pertanian organik membutuhkan konsistensi, pendampingan, serta pengelolaan yang baik agar dapat berjalan secara berkelanjutan.

Panen perdana bawang merah dengan hasil sekitar satu ton dari lahan seluas 2.000 meter persegi ini menjadi momentum penting bagi Pesantren Pertanian At Taqwa Hidayatullah untuk melanjutkan dan memperluas pengembangan sektor pertanian.

Dengan keterlibatan 15 petani di sekitar pesantren, program tersebut diharapkan dapat terus berkembang menjadi wadah pemberdayaan masyarakat sekaligus mendukung penguatan ekonomi dan kemandirian pesantren.

Pesantren bertani, masyarakat diberdayakan, ekonomi umat dikuatkan.

 

Reporter : A Juhana

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini