TASIKMALAYA , Qjabar – Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Tasikmalaya di halaman Kantor Kecamatan Tamansari, Rabu (29/7/2026), menghadirkan lebih dari sekadar bahan pokok dengan harga terjangkau. Di tengah ramainya stan pangan, KATASIK ARRAZAQ mencuri perhatian lewat pameran teknologi tepat guna yang dirancang untuk membantu petani dan peternak meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi.
GPM sendiri merupakan program rutin DKP3 yang bertujuan menjaga stabilitas harga pangan, mengendalikan inflasi, serta memudahkan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Atas undangan Kepala DKP3 Kota Tasikmalaya, KATASIK ARRAZAQ memperkenalkan dua produk unggulan hasil inovasi masyarakat, yakni Drum Seeder dan Mesin Cacah KT-125, yang dikembangkan melalui Bidang Kreatif Teknologi Mandiri Teknik dalam Program KATASIK.
Koordinator KATASIK ARRAZAQ, Irvan, menjelaskan bahwa kedua alat tersebut lahir dari kebutuhan nyata para pelaku usaha di sektor pertanian dan peternakan.
“Teknologi tidak harus mahal. Yang terpenting adalah mampu menjawab kebutuhan petani dan peternak agar pekerjaan menjadi lebih mudah, lebih cepat, dan lebih hemat biaya,” ujarnya.
Drum Seeder merupakan alat tanam benih langsung (TABELA) yang mendukung program percepatan tanam sebagaimana didorong Kementerian Pertanian. Dengan alat ini, proses penanaman menjadi lebih efisien, menghemat tenaga kerja, serta membantu meningkatkan efektivitas budidaya.
Sementara itu, Mesin Cacah KT-125 dirancang untuk membantu peternak, terutama peternak skala rumah tangga, dalam mengolah berbagai bahan pakan seperti jagung, singkong, ubi jalar, hijauan, hingga limbah sayuran. Kehadiran alat ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pakan pabrikan yang harganya terus mengalami kenaikan.
Menurut Irvan, biaya produksi yang tinggi dan fluktuasi harga komoditas masih menjadi tantangan utama yang dihadapi petani dan peternak. Karena itu, inovasi sederhana namun fungsional menjadi salah satu solusi yang dapat meningkatkan efisiensi usaha sekaligus memperkuat kemandirian pelaku sektor pangan.
“Kami berharap petani, peternak, dan pelaku perikanan mulai memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitar. Jika dikelola dengan teknologi yang tepat, potensi tersebut dapat menjadi kekuatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Tak hanya menghadirkan inovasi alat pertanian, KATASIK ARRAZAQ juga tengah membangun Kawasan Agro Eduwisata Urban Farming di Kelurahan Sukanagara, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya. Kawasan yang didukung Pemerintah Kelurahan Sukanagara dan PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Tasikmalaya itu diproyeksikan menjadi pusat edukasi, wisata, serta pembelajaran mengenai konsep integrated farming.
“Kami berharap pada akhir tahun 2026 kawasan ini sudah bisa dibuka untuk masyarakat sebagai tempat belajar, berbagi pengalaman, dan mengembangkan pertanian perkotaan yang lebih modern, mandiri, dan berkelanjutan,” tutup Irvan.
Reporter: AR A





