Bandung, QJabar – Dunia musik Indonesia kembali berduka. Bassis Pas Band, Bambang Sutrisno atau yang akrab disapa Trisno, meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RS Hermina, Kota Bandung, Sabtu (1/8/2026). Trisno tutup usia pada 55 tahun setelah berjuang melawan penyakit gagal ginjal.
Kabar duka tersebut dibenarkan oleh kerabat sekaligus rekan sesama musisi, Yukie Tendo.
Yukie juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya para penggemar Pas Band, untuk mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Informasi mengenai wafatnya Trisno juga diumumkan melalui akun Instagram resmi Pas Band. Dalam unggahan tersebut, Pas Band menyampaikan ungkapan duka cita atas kepergian salah satu personel yang telah menjadi bagian penting perjalanan band tersebut sejak era 1990-an.
Unggahan itu pun langsung dibanjiri ucapan belasungkawa dari para musisi, sahabat, hingga penggemar yang mengenang sosok Trisno sebagai bassist bertalenta dengan karakter permainan yang khas.
Trisno dikenal sebagai salah satu pilar penting Pas Band. Permainan bassnya menjadi warna tersendiri dalam musik rock alternatif yang mengantarkan Pas Band meraih popularitas dan menjadi salah satu band berpengaruh di Indonesia.
Dalam beberapa tahun terakhir, kondisi kesehatan Trisno dikabarkan terus menurun. Meski demikian, ia tetap dikenal sebagai pribadi yang tegar dan tidak banyak mengeluhkan kondisi kesehatannya.
Di luar dunia musik, Trisno juga mengabdikan dirinya sebagai guru bahasa Jerman. Ia merupakan adik dari gitaris Pas Band, Bengbeng, yang bersama-sama membangun perjalanan panjang band tersebut sejak awal berdiri.
Kepergian Trisno menjadi kehilangan besar bagi keluarga, rekan-rekan musisi, dan para pencinta musik Rock Tanah Air.
Dedikasi serta karya-karyanya bersama Pas Band akan selalu dikenang sebagai bagian penting dalam sejarah perkembangan musik rock Indonesia.
Selamat jalan, Trisno. Terima kasih atas karya, semangat, dan dedikasi yang telah engkau wariskan bagi musik Indonesia. (mdr)





