BerandaBirokrasiPentahelix Pangalengan Gelar Korve Massal di Situ Cicoledas, Fokus Pelestarian Lingkungan dan...

Pentahelix Pangalengan Gelar Korve Massal di Situ Cicoledas, Fokus Pelestarian Lingkungan dan Penurunan Stunting

Date:

Berita Terkini

PENGUMUMAN KEHILANGAN

TASIKMALAYA, QJABAR - Telah hilang 1 (satu) lembar Surat...

Yadi Supriadi Dorong Situ Cicoledas Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata dan Penggerak Ekonomi Desa

Kabupaten Bandung, Qjabar – Upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus...

Bupati KDS bersama Warga Tasyakur Binikmat Program Normalisasi Sungai Cisungalah Solokanjeruk 

KABUPATEN BANDUNG Qjabar - Bupati Bandung Dadang Supriatna didampingi...
spot_imgspot_img

Kabupaten Bandung, Qjabar – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, berbagai kegiatan positif terus digalakkan di wilayah Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Salah satunya melalui kegiatan korve massal atau kerja bakti besar-besaran yang melibatkan berbagai unsur masyarakat dan elemen Pentahelix di kawasan Situ Cicoledas.

Dikatakan Camat Pangalengan. Vena Andriawan, S.STP., M.Si. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan, khususnya kawasan Situ Cicoledas yang berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum.

Dalam kegiatan tersebut, ratusan personel bersama-sama melakukan pembersihan lingkungan, termasuk membersihkan gulma yang tumbuh di kawasan perairan Situ Cicoledas. Kegiatan ini diharapkan dapat menjaga fungsi kawasan situ sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Camat Pangalengan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai kerja bakti menjelang HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

“Pada hari ini kami bersama-sama seluruh unsur Pentahelix melaksanakan kegiatan positif menjelang peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Hari ini kita melaksanakan korve massal atau korve besar di wilayah Situ Cicoledas,” ujarnya.

Menurutnya, Situ Cicoledas memiliki peranan penting karena menjadi salah satu sumber air baku yang mendukung sektor pertanian masyarakat. Selain itu, kawasan tersebut juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata di Kecamatan Pangalengan.

Karena itu, kebersihan dan kelestarian lingkungan Situ Cicoledas dinilai menjadi tanggung jawab bersama. Meskipun secara kewenangan kawasan tersebut berada di bawah BBWS Citarum, masyarakat dan berbagai unsur di Kecamatan Pangalengan tetap menunjukkan kepedulian melalui kegiatan kolaboratif.

“Ini sebagai langkah kita dalam rangka penyelamatan lingkungan. Cicoledas ini merupakan salah satu sumber air baku untuk pertanian dan ke depan insya Allah akan menjadi salah satu destinasi wisata,” katanya.

Ditambahkan Vena Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari implementasi inovasi Pentahelix Pangalengan, yang selama ini diarahkan untuk menjawab berbagai persoalan masyarakat, mulai dari penurunan angka stunting, kemiskinan hingga pelestarian lingkungan.

Inovasi tersebut dikemas dalam konsep PATEN SMILE, yang menitikberatkan pada tiga persoalan utama, yakni stunting, miskin, dan lingkungan.

Melalui konsep tersebut, berbagai elemen di Kecamatan Pangalengan didorong untuk tidak bekerja secara sendiri-sendiri, tetapi membangun kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, komunitas, serta unsur lainnya.

“Jadi seperti kita ketahui bersama, Kecamatan Pangalengan memiliki inovasi Pentahelix Pangalengan untuk menurunkan angka stunting, kemiskinan dan pelestarian lingkungan atau PATEN SMILE. Hari ini kita bergerak melakukan pembenahan terhadap lingkungan,” jelasnya.

Ia berharap perbaikan kualitas lingkungan dapat berjalan beriringan dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Lingkungan yang bersih dan sehat diyakini akan memberikan dampak terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk kesehatan dan perekonomian.

Menurut data yang disampaikan, sejak 2024 hingga saat ini terdapat perkembangan positif dalam penanganan kemiskinan dan stunting di Kecamatan Pangalengan. Angka kemiskinan disebut mengalami penurunan sekitar 3 persen, sementara angka stunting turun cukup signifikan, dari sekitar 29 persen menjadi 14,8 persen.

“Harapannya dengan lingkungan yang baik, angka kemiskinan akan turun, stunting juga turun. Perlu kami informasikan bahwa dari 2024 sampai hari ini untuk angka kemiskinan terjadi penurunan 3 persen, sedangkan untuk angka stunting dari 29 persen turun menjadi 14,8 persen,” ungkapnya.

Baca Juga : Yadi Supriadi Dorong Situ Cicoledas Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata dan Penggerak Ekonomi Desa

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pekerjaan rumah masih cukup banyak. Penanganan stunting, kemiskinan dan persoalan lingkungan harus dilakukan secara berkelanjutan sehingga hasil yang telah dicapai dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan.

Dalam pelaksanaan korve massal di Situ Cicoledas, dukungan datang dari berbagai pihak. Sejumlah unsur pemerintahan, TNI, Polri, pemerintah desa, lembaga sosial, komunitas hingga mahasiswa turut ambil bagian.

Di antaranya unsur Forkopimcam Pangalengan, anggota legislatif, jajaran Polsek, pemerintah Desa Banjarsari, Yonsipur, Dodik Secata, Baznas, komunitas arung jeram serta mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Pangalengan.

Dukungan sarana juga diberikan untuk memperlancar proses pembersihan kawasan perairan. Baznas turut menerjunkan dua unit perahu karet, sementara komunitas arung jeram memberikan dukungan empat unit perahu karet.

Secara keseluruhan, sekitar 150 personel terlibat dalam kegiatan tersebut.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa persoalan lingkungan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Tidak hanya menjadi tugas pemerintah atau lembaga yang memiliki kewenangan terhadap kawasan, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan partisipasi masyarakat.

Pembersihan gulma di Situ Cicoledas juga tidak ditargetkan selesai hanya dalam satu hari. Kegiatan tersebut akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan hingga kondisi kawasan benar-benar menjadi lebih bersih dan tertata.

“Kegiatan ini akan kami lakukan secara simultan. Meskipun tidak selesai hari ini, akan kami cicil sampai selesai. Harapannya betul-betul bisa berdampak positif terhadap masyarakat,” pungkasnya.

Melalui kegiatan tersebut, semangat gotong royong yang menjadi bagian penting dari nilai-nilai kemerdekaan kembali diwujudkan dalam bentuk nyata. Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga dengan aksi nyata menjaga lingkungan dan membangun kepedulian sosial.

Kegiatan di Situ Cicoledas diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi Pentahelix Pangalengan dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat dan berkelanjutan, sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kecamatan Pangalengan.

 

Reporter : Yun.s

Q Jabar

spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini