Kabupaten Bandung, Qjabar – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi RA Miftahululum untuk kembali menggelar kegiatan tahunan berupa karnaval. Berbeda dari sekadar perayaan kemerdekaan, tahun ini kegiatan dikemas dengan mengusung konsep daur ulang sebagai upaya menanamkan kecintaan terhadap lingkungan kepada anak-anak sejak usia dini.
Kegiatan karnaval yang dipusatkan di Lapangan Kecamatan Katapang tersebut diikuti kurang lebih 110 siswa-siswi RA Miftahululum. Para peserta tampil dengan penuh keceriaan dan antusiasme, sekaligus memperlihatkan kreativitas dalam memanfaatkan berbagai bahan yang dapat didaur ulang.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Tumbuh dan Berjayalah Putra Putri Terbaik Bangsaku, Masa Depan Negara Ini Ada di Tanganmu.” Tema tersebut sejalan dengan tujuan sekolah untuk mengenalkan nilai-nilai cinta tanah air sekaligus kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Baca juga : Semarak HUT ke-81 RI, Desa Cisaruni Tampilkan Seni Tradisional dan Pawai Jampana
Guru Kelas B1 RA Miftahululum, Bu Neni, yang mewakili kepala sekolah mengatakan bahwa karnaval merupakan program yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Menurutnya, kegiatan tahun ini kembali digelar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus sarana pembelajaran bagi anak-anak melalui kegiatan yang menyenangkan, Kamis 20 Agustus 2026.
“Setiap tahun kami mengadakan acara. Alhamdulillah untuk tahun ini kami kembali mengadakan karnaval. Kali ini karnavalnya mengusung konsep daur ulang untuk meningkatkan kecintaan anak-anak terhadap lingkungan,” ujar Bu Neni.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memeriahkan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan karakter. Anak-anak dikenalkan pada lingkungan sekitar dan diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan serta memanfaatkan barang-barang yang masih bisa digunakan kembali.
“Tujuan kami sebenarnya selain supaya anak-anak semakin cinta tanah air, juga mengenalkan lingkungan sekitar kepada mereka. Jadi melalui kegiatan ini anak-anak bisa belajar sambil bermain dan berkreativitas,” jelasnya.
Bu Neni menambahkan, antusiasme para siswa dalam mengikuti karnaval sangat tinggi. Sejak persiapan hingga pelaksanaan, anak-anak menunjukkan semangat yang luar biasa. Dukungan dari para orang tua juga menjadi salah satu faktor penting sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan baik.
“Alhamdulillah anak-anak sangat antusias dan semangat. Orang tua juga sangat mendukung. Alhamdulillah semuanya kompak, kerja sama timnya juga bagus,” ungkapnya.
Dengan melibatkan sekitar 110 siswa, karnaval RA Miftahululum tidak hanya menjadi kegiatan seremonial dalam memperingati kemerdekaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar tentang kreativitas, kebersamaan, kecintaan terhadap Tanah Air, sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui konsep daur ulang yang diangkat tahun ini, RA Miftahululum berharap pesan menjaga lingkungan dapat tertanam sejak dini. Anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas dan kreatif, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta memahami pentingnya menjaga Indonesia sebagai tempat mereka tumbuh dan berkembang.
Semangat kemerdekaan pun terasa semakin bermakna ketika anak-anak diberikan ruang untuk berkreasi. Dari karnaval tersebut, RA Miftahululum menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan dapat menjadi sarana pendidikan yang menyenangkan sekaligus memberikan pesan penting bagi generasi penerus bangsa.
Reporter : Yun.s





