BerandaKesehatanPenanganan Stunting di Desa Panyocokan Terus Menunjukkan Tren Positif, Hampir 80 Persen...

Penanganan Stunting di Desa Panyocokan Terus Menunjukkan Tren Positif, Hampir 80 Persen Berhasil Ditekan

Date:

Berita Terkini

Surat Audiensi Lanjutan KDMP Sudah Dikirim, PWRI Tasikmalaya Desak DPRD Hadirkan Seluruh Pemegang Kewenangan

Tasikmalaya, QJabar — DPC Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI)...

Desil Pengayuh Becak Sama dengan Anggota DPRD, Akurasi Data Bansos Dipertanyakan

TASIKMALAYA, QJABAR — Perubahan status desil dalam data kesejahteraan...

Waspadai Abu Vulkanik, KDS Minta ASN dan Masyarakat Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana

KABUPATEN BANDUNG Qjabar – Bupati Bandung, Dadang Supriatna mengingatkan...

Bandung Bedas Run 2026 Pecahkan Antusiasme, 4.737 Peserta Ikut Berlari

Kabupaten Bandung Qjabar - Sebanyak 4.737 peserta ambil bagian...
spot_imgspot_img

Kabupaten Bandung, Qjabar – Upaya pencegahan dan penanganan stunting di Desa Panyocokan, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, terus menunjukkan perkembangan positif. Pemerintah Desa Panyocokan bersama berbagai pihak secara konsisten melakukan langkah-langkah pencegahan untuk menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi balita dan ibu hamil.

Kepala Desa Panyocokan, Usep Komara, mengatakan bahwa berdasarkan perkembangan penanganan yang dilakukan dari tahun sebelumnya hingga tahun 2026, jumlah anak yang masuk dalam penanganan atau pencegahan stunting mengalami penurunan yang cukup signifikan.

“Alhamdulillah, penanganan pencegahan stunting di Desa Panyocokan menurun dari jumlah yang sebelumnya cukup banyak, dari tahun sebelumnya ke tahun ini. Sekarang untuk pencegahan stunting tinggal sekitar enam orang anak, yaitu enam balita,” ujar Usep Komara.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari upaya bersama dalam memberikan perhatian terhadap kebutuhan gizi anak, pemantauan tumbuh kembang balita, serta peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi sejak masa kehamilan, Senin 7 September 2026.

Selain penanganan terhadap balita, perhatian juga diberikan kepada ibu hamil. Saat ini, terdapat sekitar empat orang ibu hamil yang mendapatkan perhatian dan dukungan dalam program pemenuhan kebutuhan gizi.

Pemberian makanan bergizi menjadi salah satu langkah yang dilakukan, terutama dengan mengutamakan asupan nutrisi yang berasal dari sumber hewani. Pemenuhan nutrisi tersebut dinilai penting dalam mendukung kesehatan ibu selama masa kehamilan sekaligus membantu pertumbuhan dan perkembangan janin.

Baca juga : Disperkimtan Kabupaten Bandung Percepat Verifikasi Program BSPS 2026, Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

“Untuk ibu hamil ada sekitar empat orang yang mendapatkan pemberian makanan bergizi, termasuk nutrisi hewani. Ini terus kami upayakan agar kebutuhan gizi mereka bisa terpenuhi dengan baik,” jelasnya.

Pemdes Terus Berupaya Meski Anggaran Desa Berkurang Usep Komara menegaskan, Pemerintah Desa Panyocokan akan terus berupaya menjalankan program pencegahan stunting meskipun kondisi anggaran desa saat ini mengalami pengurangan yang cukup signifikan.

Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan perhatian terhadap persoalan stunting. Pemerintah desa akan berusaha mencari berbagai sumber dukungan dan mengoptimalkan program yang tersedia untuk membantu masyarakat.

“Untuk pencegahan stunting ini, Alhamdulillah Pemerintah Desa Panyocokan berupaya dalam berbagai bentuk program. Meskipun sekarang dana desa berkurang cukup signifikan, kami tetap berusaha mencari dari berbagai sumber untuk membantu pencegahan stunting ini,” katanya.

Ia menambahkan, penanganan stunting tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah desa. Diperlukan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari keluarga, kader kesehatan, masyarakat, hingga pihak-pihak terkait lainnya.

Kesadaran orang tua dalam memperhatikan pola makan anak, kebersihan lingkungan, pemeriksaan kesehatan secara rutin, serta pemantauan pertumbuhan balita menjadi bagian penting dalam upaya menekan angka stunting.

Hampir 80 Persen Berhasil Ditekan

Lebih lanjut, Usep Komara menyampaikan bahwa jika dibandingkan dengan kondisi sebelumnya, upaya penanganan dan pencegahan stunting di Desa Panyocokan telah mengalami kemajuan yang cukup menggembirakan.

Ia memperkirakan penurunan tersebut telah mencapai hampir 80 persen dibandingkan kondisi sebelumnya,

“Dari semula sampai sekarang hampir 80 persen. Tinggal beberapa persen lagi untuk terus menurun. Dari jumlah yang sebelumnya cukup signifikan, Alhamdulillah sekarang di tahun 2026 ini tinggal beberapa persen lagi,” ungkapnya.

Capaian tersebut menjadi motivasi bagi Pemerintah Desa Panyocokan untuk terus meningkatkan program pencegahan stunting. Pemerintah desa berharap angka tersebut dapat kembali ditekan sehingga semakin sedikit balita yang membutuhkan penanganan khusus terkait stunting.

Usep menilai, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan dan partisipasi masyarakat. Program pemerintah akan berjalan lebih efektif apabila masyarakat ikut berperan aktif dalam menjaga kesehatan keluarga dan memenuhi kebutuhan gizi anak.

“Alhamdulillah, meningkat bagus. Kami tentu berharap ke depan bisa terus menurun dan semakin baik,” pungkas Kepala Desa Panyocokan, Usep Komara.

Dengan capaian tersebut, Pemerintah Desa Panyocokan berkomitmen untuk mempertahankan dan meningkatkan berbagai upaya pencegahan stunting. Penanganan sejak masa kehamilan hingga masa pertumbuhan balita akan terus menjadi perhatian agar generasi yang tumbuh di Desa Panyocokan memiliki kondisi kesehatan dan gizi yang semakin baik.

 

Reporter : Yun.s

Q Jabar

spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini