Kabupaten Bandung Qjabar – Karang Taruna Kabupaten Bandung menggelar kegiatan silaturahmi sekaligus pembinaan bagi para pengurus Karang Taruna desa dan kecamatan se-Kabupaten Bandung, Jumat, 25 September 2026.
Disampaikan ketua karang taruna kabupaten Bandung Ruli Yuliana, SH , Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi jajaran Karang Taruna untuk memperkuat pemahaman organisasi, khususnya terkait regulasi terbaru serta arah gerak Karang Taruna dalam menjalankan peran sosial di tengah masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, perwakilan pengurus Karang Taruna dari tingkat desa dan kecamatan, mulai dari ketua, sekretaris hingga bendahara, turut dihadirkan untuk mengikuti pembinaan dan diskusi bersama.
Kegiatan ini juga sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Karang Taruna ke-66 yang diperingati setiap 26 September. Karena tahun ini tanggal tersebut bertepatan dengan hari libur, kegiatan peringatan dilaksanakan lebih awal pada Jumat.
Ruli menegaskan dalam kegiatan tersebut bahwa salah satu agenda penting adalah menyosialisasikan Peraturan Menteri Sosial (Permensos) Nomor 9 Tahun 2025 yang menjadi salah satu regulasi yang perlu dipahami oleh seluruh jajaran Karang Taruna.
Regulasi tersebut dinilai penting untuk disampaikan hingga ke tingkat desa dan kecamatan agar para pengurus memiliki pemahaman yang sama mengenai kondisi, kedudukan, serta arah organisasi Karang Taruna saat ini.
Selain Permensos, kegiatan tersebut juga membahas adanya peraturan organisasi yang baru. Para pengurus Karang Taruna diharapkan dapat memahami dan menjalankan organisasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Ke depan langkah gerak kita tentunya tidak akan keluar dari regulasi Permensos yang mengikat kita, juga ada peraturan organisasi yang memang harus kita lakukan,” ungkap salah satu pengurus dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, pemahaman terhadap regulasi menjadi bagian penting dalam memperkuat organisasi. Dengan adanya pemahaman yang baik, setiap kegiatan Karang Taruna di tingkat desa maupun kecamatan diharapkan dapat berjalan sesuai dengan aturan sekaligus tetap menjawab kebutuhan masyarakat.
Selain pembinaan organisasi, kegiatan tersebut juga diisi dengan diskusi kepemudaan yang mengangkat tema refleksi 66 tahun perjalanan Karang Taruna.
Forum tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi para pengurus untuk menyampaikan ide, gagasan, pengalaman, maupun inovasi yang telah dilakukan di wilayah masing-masing.
Potensi pemuda di Kabupaten Bandung dinilai sangat besar. Karena itu, keberadaan Karang Taruna di setiap desa dan kecamatan diharapkan tidak hanya sebatas menjalankan kegiatan seremonial, tetapi mampu menghadirkan program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Salah satu contoh yang menjadi perhatian adalah Karang Taruna Desa Ciwidey Asoka tersebut disebut telah menunjukkan prestasi dan kegiatan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat, bahkan kiprahnya mampu masuk dalam kegiatan di tingkat nasional.
“Teman-teman dari Ciwidey ini menjadi salah satu contoh nyata. Kita tidak tahu apa-apa, tiba-tiba berprestasi dan memang mempunyai hal yang sudah sangat baik serta berdampak untuk masyarakat,” ujarnya.
Baca juga : Peringatan HAORNAS ke-43, Pemkab Bandung Buka PORPEMKAB Tahun 2026
Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi Karang Taruna desa dan kecamatan lainnya untuk terus menggali potensi yang ada di wilayah masing-masing.
Menurutnya, setiap desa memiliki persoalan dan potensi yang berbeda. Karena itu, Karang Taruna harus mampu membaca kondisi sosial di lingkungannya dan kemudian menghadirkan solusi melalui berbagai kegiatan kepemudaan, sosial, ekonomi maupun pemberdayaan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa ukuran keberhasilan Karang Taruna bukan semata-mata dilihat dari jumlah pengurus ataupun atribut organisasi yang dimiliki.
“Kita ingin kehadiran Karang Taruna bukan hanya pengurusnya banyak, bajunya bagus, tetapi Karang Taruna hadir menjadi solusi dari sebuah permasalahan sosial yang ada di wilayah masing-masing,” tegasnya.
Dengan momentum peringatan 66 tahun Karang Taruna, jajaran pengurus Kabupaten Bandung berharap seluruh pengurus di tingkat desa dan kecamatan dapat semakin solid, memahami regulasi organisasi, serta mampu meningkatkan kiprahnya di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang konsolidasi untuk mempersiapkan berbagai agenda Karang Taruna ke depan, termasuk sejumlah kegiatan yang melibatkan para pemuda dari Kabupaten Bandung di tingkat yang lebih luas.
“Kami berharap ke depan Karang Taruna senantiasa bisa berbuat dan bisa bermanfaat untuk masyarakat Kabupaten Bandung,” pungkas Ruli.
Reporter : Yun.s


