Bersama Pesantren, BMH Jabar Resmikan Penanaman Bibit Alpukat di Soreang

Kabupaten Bandung Qjabar – Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Jawa Barat terus berkomitmen mendukung kemandirian ekonomi pesantren melalui program pemberdayaan berbasis potensi lahan. Salah satunya diwujudkan melalui peluncuran program penanaman bibit alpukat di Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah, Kampung Kiarapayung, RT 02/RW 10, Desa Sukajadi, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (31/10/2026).

Peresmian sekaligus penanaman pohon alpukat secara simbolis dihadiri oleh oleh pengurus Pesantren, BMH, Dai Hidayatullah, serta melibatkan para donatur dan tim ahli yang sudah berhasil budi daya pohon alpukat. Selain pohon alpukat, ditanami juga beberapa pohon produktif lainnya yang pempunyai nilai ekonomi seperti bibit durian dan kopi. Program ini memanfaatkan lahan pesantren seluas satu hektare yang berada di kawasan perbukitan dan dinilai memiliki potensi yang baik untuk pengembangan tanaman alpukat.

Dalam program tersebut, BMH Jabar memberikan dukungan berupa bibit pohon alpukat untuk ditanam di lahan pesantren. Penanaman ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sumber pendapatan produktif bagi pesantren sekaligus berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan melalui penghijauan.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah, Abdul Wakit, menyampaikan bahwa pemilihan tanaman alpukat didasarkan pada pertimbangan ekonomi dan kemudahan pengelolaan. “Alpukat kami pilih karena memiliki pasar yang cukup baik, banyak diminati masyarakat, harga yang relatif stabil, serta pemasaran yang relatif mudah. Perawatannya juga cukup memungkinkan untuk dikelola oleh pesantren,” ungkap Abdul Wakit.

Baca  juga : Bupati KDS Dorong Kolaborasi Syarikat Islam-Pemkab Bandung Perluas Peluang Usaha dan Akses Pendidikan 

Ia berharap program ini dapat berkembang menjadi salah satu sumber kemandirian ekonomi pesantren. Kedepan, pemanfaatan lahan tidak hanya terbatas pada tanaman alpukat tetapi juga dapat diperluas dengan berbagai jenis tanaman produktif lainnya sesuai potensi lahan.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BMH Jawa Barat, Marsono, menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan program kemandirian pesantren melalui sektor pertanian dan perkebunan. Menurutnya, lahan pesantren yang cukup luas merupakan aset potensial yang dapat dikelola secara produktif untuk memperkuat kemandirian ekonomi lembaga pendidikan Islam.

“BMH sangat mendukung upaya pesantren dalam membangun kemandirian ekonomi melalui pemanfaatan lahan yang dimiliki. Penanaman pohon ini bukan hanya berorientasi pada hasil ekonomi, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Karena itu, BMH turut menyokong penyediaan bibit tanaman agar lahan pesantren dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ungkap Marsono.

Komentar lain juga muncul dari beberapa donatur, salah satunya Ibu Hj. Astuti yang mengelola 50 Yayasan Pendidikan di Indonesia, beliau menyarankan pesantren disini bisa mengadirkan konsep pendidikan islam berbasis sekolah alam. Dan menjadi program unggulan disini, sehingga diminati oleh banyak siswa dan orang tua dari luar.

Dari sisi produktivitas, tanaman alpukat membutuhkan waktu untuk tumbuh hingga memasuki masa panen. Dalam kondisi yang mendukung dan dengan penggunaan bibit yang sesuai, alpukat dapat mulai berbuah dalam kisaran 1,5 hingga 3 tahun, bergantung pada jenis bibit, teknik budidaya, dan kondisi perawatan. Program ini diharapkan tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi dalam jangka panjang, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi para santri dalam mengenal pertanian produktif, pengelolaan lingkungan, serta pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

Lebih jauh, penanaman alpukat ditargetkan menjadi etalase program unggulan kemandirian pesantren. Dengan pengelolaan yang baik, kawasan tersebut berpotensi dikembangkan sebagai wisata edukasi pertanian dan perkebunan yang dapat dikunjungi masyarakat maupun lembaga pendidikan lainnya.

BMH Jabar berharap model pemberdayaan ini dapat direplikasi oleh pesantren-pesantren lain, sehingga pemanfaatan lahan produktif menjadi salah satu jalan untuk memperkuat kemandirian ekonomi pesantren, mendukung pendidikan santri, dan menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

 

Reporter : A Juhana

Nasional

Kenang Jasa Ulama, Ribuan Santri Tasikmalaya Bawa Foto Pendiri Pesantren saat Kirab HSN

Kab. Tasikmalaya, QJabar — Ribuan santri dari berbagai pondok...

HUT ke-62 Golkar, DPD Kota Tasikmalaya Gelar Upacara Penghormatan di TMP

Kota Tasikmalaya Qjabar – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan...

Wamendagri Bima Arya: KDKMP Bukan Toko Ritel, Melainkan Infrastruktur Pemerintah untuk Penyaluran Barang Subsidi

Kabupaten Bandung Qjabar - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri)...

Mendagri Minta Pemda Perkuat Peran Diskominfo dalam Komunikasi Strategis dan Efektivitas Kebijakan Publik

Jakarta Qjabar – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito...

Karang Taruna Kabupaten Bandung Bahas Permensos Nomor 9 Tahun 2025 dan Refleksi 66 Tahun

Kabupaten Bandung Qjabar – Karang Taruna Kabupaten Bandung menggelar...

Ragam Berita

Musim Hujan Mengancam, Kapolsek Katapang Siagakan TNI-Polri dan Forkopimcam Antisipasi Banjir

KATAPANG, Qjabar – Menghadapi meningkatnya curah hujan yang mulai...

DPC Grib Jaya Purwakarta, Menyambut Sumpah Pemuda Dengan menggelar Khitanan Masal

Purwakarta Qjabar - Khitanan masal yang diselenggarakan DPC Gerakan...

Mengenal Sosok H.Rusnanda, Putra Daerah yang Siap Mengabdikan Diri untuk Desa Kutawaringin 

KABUPATEN BANDUNG Qjabar — Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades)...

Singgung Elang vs Burung Pipit, Kades Tenjolaya Bicara Demokrasi Pemilihan APDESI

KABUPATEN BANDUNG Qjabar – Kepala Desa Tenjolaya Ismawanto Somantri,...

Cor Jalan di Permata Banjaran Jadi Sorotan, Dugaan Iuran Warga Rp100 Ribu Tuai Pertanyaan

KABUPATEN BANDUNG Qjabar – Pembangunan infrastruktur jalan yang seharusnya...

Berita Terbaru

Popular Categories

Birokrasi

Bandung Bedas Festival Jadi Ruang Kolaborasi Program Pemberdayaan Masyarakat

KABUPATEN BANDUNG Qjabar – Bupati Bandung, Dadang Supriatna memaparkan sejumlah program strategis Pemerintah Kabupaten Bandung untuk memperluas kesempatan kerja, mendorong kewirausahaan, memperkuat ekonomi masyarakat,...