KABUPATEN BANDUNG Qjabar – Bupati Bandung, Dadang Supriatna yang akrab disapa Kang DS (KDS), resmi membuka Bandung Bedas Expo 2026 dalam rangka Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung, Jumat (17/4/2026) di Area Komplek Pemkab Bandung, Soreang.
Dalam sambutannya, KDS menyampaikan bahwa pelaksanaan tahun ini berlangsung dalam situasi berbeda, di tengah musibah yang tengah melanda Kabupaten Bandung. Ia mengungkapkan keprihatinannya atas kejadian amblesnya jembatan di Radu yang terjadi pada malam sebelumnya.
KDS mengungkapkan bahwa dirinya langsung mengambil langkah cepat untuk segera berkoordinasi dengan jajaran terkait, termasuk pihak TNI, untuk percepatan penanganan dan penyediaan jembatan darurat. Ia juga menyampaikan rencananya untuk meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Panyadap dan Majalaya, bersama sejumlah pihak terkait, termasuk BNPB dan Wakil Ketua DPR RI guna mencari solusi penanganan banjir.
Selain itu, KDS turut menyampaikan duka cita atas korban jiwa dalam musibah banjir tersebut, seraya mendoakan agar almarhumah yang hanyut mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta mengapresiasi pihak-pihak yang telah berupaya menolong.
“Dalam kondisi berduka ini, agenda tetap harus berjalan. Namun setelah pembukaan ini, saya akan langsung menuju lokasi banjir. Saya juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini,” ujarnya.
Bandung Bedas Expo 2026 sendiri digelar selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 April 2026, dengan menghadirkan berbagai kegiatan yang dikemas dalam beberapa zona utama. Di antaranya Pameran dan Bazzar yang menampilkan produk UMKM.
Selain itu, terdapat Service Point (Layanan Publik Terpadu) yang menyediakan berbagai layanan administrasi seperti SAMSAT keliling, SIM keliling, layanan kependudukan, hingga konsultasi, talkshow pelayanan publik, live music, gelar budaya, dan pagelaran wayang golek.
Di bidang olah raga dan komunitas, hadir Sportainment seperti lomba lari anak, balance bike, archery open champion, serta kegiatan komunitas dan gathering. Sementara itu, pada zona Edukasi Kesehatan Sosial, masyarakat dapat mengakses layanan edukasi (education fair), job fair, cek kesehatan gratis, donor darah, serta perpustakaan keliling.
KDS menyebutkan bahwa kegiatan ini menjadi wadah untuk menampilkan berbagai produk unggulan Kabupaten Bandung, khususnya dari sektor UMKM. Ia mengungkapkan harapannya agar ke depan Kabupaten Bandung dapat memiliki Bedas Convention Center yang berlokasi di kawasan strategis dekat Stasiun Whoosh (KCIC) dengan luas sekitar 5 hektare.
“Bedas Expo ini bukan sekadar pameran, tapi wahana untuk mengembangkan produk UMKM Kabupaten Bandung agar semakin naik kelas dan berdaya saing,” ujar KDS.
Selain itu, KDS juga mendorong optimalisasi aset pemerintah daerah di sekitar Soreang agar dapat dimanfaatkan sebagai pusat aktivitas perdagangan, sehingga para pelaku usaha lokal memiliki ruang yang representatif untuk berkembang.
“Kalau kita kelola dengan baik, kawasan ini bisa menjadi pusat ekonomi baru seperti Tanah Abang, sehingga pelaku UMKM kita punya tempat yang layak untuk berkembang,” tambahnya.
Di tengah tantangan fiskal akibat pemotongan dana transfer ke daerah (TKD), KDS mengungkapkan bahwa perekonomian Kabupaten Bandung justru menunjukkan tren positif. Laju pertumbuhan ekonomi meningkat dari 5,04 persen pada tahun 2024 menjadi 6,32 persen pada tahun 2025.
“Peningkatan ini tidak mudah dicapai. Hal ini didorong oleh penguatan ekonomi sirkular di Kabupaten Bandung, sejalan dengan program Presiden serta berbagai program pembangunan lainnya,” pungkasnya.
(Humas Pemkab Bandung – Diskominfo/sy)
Reporter : Yun.s










