Krisis Perizinan Air Tanah di Kota Tasikmalaya? 21 SPBU Disorot, Aliansi Siapkan Aksi Besar dan Jalur Hukum

TASIKMALAYA — Dugaan persoalan perizinan air tanah di Kota Tasikmalaya mencuat ke permukaan. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam audiensi di DPRD Kota Tasikmalaya, dari 26 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang beroperasi, baru lima SPBU yang disebut telah memiliki Surat Izin Pengambilan Air (SIPA). Sebanyak 21 SPBU lainnya disebut masih perlu dilakukan verifikasi lebih lanjut terkait status perizinannya.

Temuan tersebut memantik perhatian Aliansi Organisasi Peduli Lingkungan Hidup. Selain menyoroti legalitas pemanfaatan air tanah, aliansi juga mempertanyakan kepatuhan sejumlah SPBU terhadap kewajiban penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagaimana diatur dalam regulasi daerah.

Isu itu mengemuka dalam audiensi lanjutan yang digelar di DPRD Kota Tasikmalaya pada Rabu (29/7/2026), dihadiri unsur pimpinan DPRD, Pemerintah Kota Tasikmalaya, Pertamina, serta perangkat daerah terkait. Namun, forum tersebut dinilai belum menghasilkan kepastian langkah penanganan.

Ketua Aliansi Organisasi Peduli Lingkungan Hidup, Asep Devo, menyatakan pihaknya kecewa karena belum memperoleh jawaban yang dianggap memadai dari para pemangku kepentingan.

«”Kami belum puas dengan hasil audiensi ini. Apabila tidak ada tindak lanjut yang jelas, kami akan menggelar aksi demonstrasi dan menempuh jalur hukum sesuai ketentuan yang berlaku apabila ditemukan adanya pelanggaran,” tegas Asep Devo.»

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS, H. Heri Ahmadi, S.Pd.I, menegaskan bahwa masa penyesuaian terhadap regulasi perizinan air tanah telah memasuki batas akhir pada tahun 2026.

«”Seluruh pelaku usaha harus segera memenuhi kewajiban perizinan SIPA dan ketentuan RTH. Pengawasan pemerintah juga harus diperkuat agar kepatuhan terhadap aturan benar-benar terwujud,” ujarnya.»

Aliansi menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga terdapat kejelasan dari instansi berwenang. Mereka berharap seluruh proses pengawasan dilakukan secara transparan demi menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya air tanah di Kota Tasikmalaya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak SPBU yang disebut dalam data audiensi mengenai status perizinan tersebut. Informasi ini masih memerlukan verifikasi lebih lanjut oleh instansi yang berwenang.

Reporter: AR A

Nasional

Kenang Jasa Ulama, Ribuan Santri Tasikmalaya Bawa Foto Pendiri Pesantren saat Kirab HSN

Kab. Tasikmalaya, QJabar — Ribuan santri dari berbagai pondok...

HUT ke-62 Golkar, DPD Kota Tasikmalaya Gelar Upacara Penghormatan di TMP

Kota Tasikmalaya Qjabar – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan...

Wamendagri Bima Arya: KDKMP Bukan Toko Ritel, Melainkan Infrastruktur Pemerintah untuk Penyaluran Barang Subsidi

Kabupaten Bandung Qjabar - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri)...

Mendagri Minta Pemda Perkuat Peran Diskominfo dalam Komunikasi Strategis dan Efektivitas Kebijakan Publik

Jakarta Qjabar – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito...

Karang Taruna Kabupaten Bandung Bahas Permensos Nomor 9 Tahun 2025 dan Refleksi 66 Tahun

Kabupaten Bandung Qjabar – Karang Taruna Kabupaten Bandung menggelar...

Ragam Berita

Berita Terbaru

Popular Categories

Birokrasi