BerandaRagam BeritaJembatan Merah Putih Desa Pemekaran Diresmikan, Permudah Mobilitas Warga Dua Desa

Jembatan Merah Putih Desa Pemekaran Diresmikan, Permudah Mobilitas Warga Dua Desa

Date:

Berita Terkini

Dies Natalis ke-59 SMP NESAC Diwarnai Aksi Donor Darah di Ciparay

Kabupaten Bandung, Qjabar.com – Dalam rangka memperingati Dies Natalis...

Kwartir Ranting Kutawaringin Sukses Gelar Upacara Hari Pramuka ke-65, Dukung Jambore Nasional 2026

Kabupaten Bandung, Qjabar – Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka...

94 OKP dan PK KNPI Se-Kabandung Terima Kartu BPJS Ketenagakerjaan dari Bupati KDS

KAB BANDUNG Qjabar – Bupati Bandung Dadang Supriatna atau...
spot_imgspot_img

Kabupaten Bandung, Qjabar – Jembatan Merah Putih yang menghubungkan wilayah Desa Pemekaran dengan desa di sekitarnya, Kabupaten Bandung, menjadi salah satu infrastruktur yang turut diresmikan dalam rangkaian peresmian jembatan secara nasional pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Peresmian jembatan tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat setempat, mengingat keberadaan jembatan memiliki peran strategis dalam menunjang aktivitas dan mobilitas warga. Sebelumnya, jembatan yang telah ada mengalami penurunan kondisi dan dinilai sudah tidak layak digunakan secara optimal.

Dalam keterangannya, Mayor Jenderal TNI Tatan Hadianto yang saat ini menjabat sebagai Wakil Komandan Pusat Zeni TNI (Wadanpusnik), menyampaikan bahwa pembangunan atau perbaikan Jembatan Merah Putih Desa Pemekaran merupakan bagian dari peresmian infrastruktur jembatan yang dilakukan secara nasional.

“Ini merupakan bagian dari peresmian secara nasional, dan salah satunya dilaksanakan di Desa Pemekaran ini, yaitu peresmian Jembatan Merah Putih,” ujar Mayjen TNI Tatan Hadianto.

Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar aktivitas sehari-hari serta meningkatkan konektivitas antarwilayah.

Ia berharap jembatan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat dan mampu memudahkan mobilitas warga yang selama ini membutuhkan akses penghubung antardesa.

“Semoga jembatan ini tentunya bisa bermanfaat bagi masyarakat dan bisa memudahkan aktivitas maupun mobilitas masyarakat di kedua desa yang ada di sini,” katanya.

Lebar 1,5 Meter, Bisa Dilalui Kendaraan Roda Dua

Jembatan Merah Putih tersebut memiliki lebar kurang lebih 1,5 meter. Dengan ukuran tersebut, jembatan masih memungkinkan untuk dilalui kendaraan roda dua maupun pejalan kaki.

Namun demikian, masyarakat diimbau tetap mengutamakan keselamatan ketika menggunakan jembatan, khususnya bagi pengendara sepeda motor. Pasalnya, jembatan tersebut merupakan jenis jembatan gantung yang memiliki karakteristik dan keterbatasan tersendiri dibandingkan jembatan permanen.

“Lebarnya kurang lebih satu setengah meter, sehingga sudah cukup bisa dilewati oleh kendaraan roda dua. Tapi mungkin harus hati-hati karena memang ini jembatan gantung,” jelasnya.

Baca juga : Bukan Sekadar Panggung Hiburan, PDI Perjuangan Tawang Tumpah Ruah Bersama Warga di HUT RI ke-81

Ia menambahkan, pengguna jembatan harus memperhatikan kapasitas dan kemampuan konstruksi jembatan. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak memaksakan penggunaan jembatan untuk kendaraan atau beban yang melebihi peruntukannya.

“Jembatan gantung tentunya punya keterbatasan dalam hal kemampuan daya tahannya. Oleh karena itu, masyarakat harus lebih hati-hati apabila melintasi jembatan ini menggunakan kendaraan roda dua,” tegasnya.

Dikerjakan Sekitar Satu Setengah Bulan

Perbaikan Jembatan Merah Putih sendiri dilaksanakan dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar satu setengah bulan. Proses pekerjaan dilakukan sebagai upaya meningkatkan kembali kondisi jembatan yang sebelumnya sudah mengalami kerusakan dan tidak layak digunakan secara optimal.

Menurut Mayjen TNI Tatan Hadianto, jembatan tersebut sebenarnya bukan merupakan jembatan baru. Sebelumnya sudah terdapat jembatan di lokasi tersebut, namun kondisinya mengalami penurunan sehingga diperlukan perbaikan dan peningkatan.

“Ini kurang lebih satu bulan setengah, kemarin selesai, karena memang ini kan jembatan sebelumnya sudah ada, hanya kondisinya kurang baik, sudah tidak layak,” ungkapnya.

Dengan selesainya proses perbaikan, jembatan kini kembali dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai jalur penghubung antarwilayah. Kehadiran akses tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap berbagai aktivitas warga, mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan, sosial, hingga mobilitas sehari-hari.

Masyarakat pun diharapkan turut menjaga keberadaan Jembatan Merah Putih dengan tidak menggunakan jembatan secara berlebihan serta menjaga kebersihan dan kondisi fasilitas yang telah dibangun atau diperbaiki tersebut.

Peresmian Jembatan Merah Putih Desa Pemekaran menjadi bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur yang lebih baik dan mendukung konektivitas masyarakat. Dengan akses yang semakin mudah, diharapkan hubungan antarwilayah dan aktivitas masyarakat di kedua desa dapat berjalan lebih lancar.

 

Reporter : Yun.s

Q Jabar

spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini