Resah Keberadaan Kings Family Karaoke, Warga Sukamajukidul Geruduk DPRD Kota Tasikmalaya

0
6
TASIKMALAYA, QJABAR – Suasana khidmat menyelimuti ruang audiensi gedung DPRD Kota Tasikmalaya pada Kamis (1/10/2026).
Puluhan perwakilan warga RW 011 Kelurahan Sukamajukidul, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, datang berbondong-bondong untuk menyuarakan keresahan mereka secara langsung di hadapan para wakil rakyat.
Tidak datang sendiri, warga yang didampingi oleh pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kelurahan Sukamajukidul ini menuntut kejelasan dan ketegasan pemerintah terkait operasional Kings Family Karaoke yang berada di lingkungan pemukiman mereka.
Sebagai bukti keseriusan, warga tidak hanya menyampaikan keluh kesah secara lisan. Mereka juga menyerahkan berkas resmi berupa dokumen pandangan hukum beserta surat pernyataan dukungan penolakan yang telah ditandatangani oleh para Ketua RT, Ketua RW, dan tokoh masyarakat se-Kelurahan Sukamajukidul.
Ketua RW 011 Kelurahan Sukamajukidul, H. Yazid, menegaskan bahwa pergerakan ini murni lahir dari kegelisahan masyarakat setempat yang merasakan dampak langsung dari keberadaan tempat hiburan malam tersebut di kehidupan sehari-hari.
“Yang datang dalam audiensi ini adalah warga kami sendiri, warga asli RW 011, bersama jajaran pengurus MUI Kelurahan Sukamajukidul. Tidak ada massa dari luar yang kami bawa. Kami datang murni menyampaikan apa yang menjadi keresahan dan keinginan warga di lingkungan kami sendiri,” ujar H. Yazid dengan tegas usai pertemuan.
Ia menambahkan, jalur diplomasi resmi melalui DPRD sengaja dipilih agar aspirasi masyarakat dapat dikaji secara legal dan struktural oleh pemangku kebijakan.
Dalam audiensi tersebut, pihak DPRD Kota Tasikmalaya dikabarkan menyambut baik kedatangan warga dan menyatakan komitmennya untuk merekomendasikan penutupan Kings Family Karaoke di wilayah RW 011. Kendati demikian, warga berharap janji tersebut tidak sekadar menjadi angin surga atau pemanis di ruang rapat.
“Kami meminta DPRD Kota Tasikmalaya dan Wali Kota Tasikmalaya benar-benar mengakomodir keinginan warga. Kami ingin wilayah kami aman, nyaman, tertib, dan kondusif. Kami ingin nilai-nilai luhur kemasyarakatan dan religiusitas di lingkungan kami tetap terjaga,” tambah H. Yazid.
Di sela-sela penyampaian dokumen, suasana sempat menghangat saat H. Yazid mengingatkan para anggota dewan mengenai esensi komitmen dan moralitas politik pasca-pemilu. Ia berharap wakil rakyat yang kini duduk di parlemen menunjukkan batang hidungnya saat masyarakat sedang membutuhkan bantuan.
“Jangan hanya ketika pemilu saja kami didekati, dibutuhkan, dan dimohon suaranya. Hari ini kami datang sebagai masyarakat nyata, menyampaikan aspirasi kepada wakil kami. Kalau suara kami dihargai ketika pemilu, maka ketika masyarakat datang membawa masalah seperti sekarang, kami juga berharap suara kami didengar dan diperjuangkan,” sentilnya.
Bagi warga Sukamajukidul, perjuangan ini bermuara pada satu harapan yang sangat sederhana: hak untuk tinggal di lingkungan yang damai dan bersih dari potensi gangguan ketertiban umum. Kini, bola panas berada di tangan DPRD dan Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk mengambil tindakan nyata.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola Kings Family Karaoke maupun dinas terkait dari Pemkot Tasikmalaya masih dalam upaya konfirmasi untuk memberikan klarifikasi lebih lanjut).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini