Kabupaten Bandung Qjabar – Festival Raksa Rupa yang digelar Karang Taruna Desa Sangkanhurip, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, menghadirkan beragam kreativitas seni dan budaya. Salah satu yang menarik perhatian adalah kehadiran kelompok seni Rumpaka Anyam dari Kabupaten Bandung Barat yang menampilkan karya unik berbahan dasar pelepah pisang.
Dalam festival tersebut, Rumpaka Anyam memperkenalkan karya seni berbentuk karakter yang diberi nama “Ibu Pertiwi”. Karya tersebut dibuat melalui teknik menganyam dengan memanfaatkan pelepah pisang yang selama ini banyak ditemukan di lingkungan masyarakat, khususnya di wilayah Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.
Perwakilan Rumpaka Anyam, Soleh Eka Permana, mengungkapkan rasa terima kasih kepada Karang Taruna Desa Sangkanhurip, masyarakat, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Festival Raksa Rupa.
“Kami dari Rumpaka Anyam mengucapkan banyak terima kasih kepada Karang Taruna, masyarakat, dan seluruh warga yang telah mendukung acara ini,” ujar Soleh.
Menurutnya, Festival Raksa Rupa menjadi kegiatan yang sangat meriah karena mendapat dukungan dan partisipasi dari berbagai kelompok serta masyarakat. Keterlibatan banyak pihak membuat suasana festival semakin semarak sekaligus memberikan ruang bagi para pelaku seni untuk menunjukkan kreativitas mereka.
Soleh menjelaskan, karya “Ibu Pertiwi” membutuhkan waktu pengerjaan sekitar dua bulan. Proses pembuatannya mengandalkan keterampilan menganyam pelepah pisang hingga menjadi karya seni yang memiliki bentuk dan karakter tersendiri.
Kelompok Rumpaka Anyam sendiri terbentuk pada 2024. Kehadirannya berawal dari keinginan sekelompok masyarakat untuk mengembangkan kreativitas seni dengan memanfaatkan potensi bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Soleh menuturkan, di daerahnya terdapat masyarakat yang membuat karya menyerupai ogoh-ogoh. Dari situ, muncul gagasan untuk menciptakan karya dengan identitas dan karakter lokal melalui pemanfaatan bahan-bahan yang mudah ditemukan.
Pelepah pisang kemudian dipilih sebagai salah satu bahan utama karena ketersediaannya cukup melimpah di wilayah Parongpong. Selain dapat dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan, pelepah pisang juga memiliki kegunaan lain dalam kehidupan masyarakat.
“Di daerah kami banyak pelepah pisang dan peternak sapi. Kalau pelepah pisang masih basah, bisa dimanfaatkan sebagai pakan sapi. Sementara yang sudah kering bisa kami olah menjadi karya seni,” jelasnya.
Gagasan tersebut menjadi salah satu upaya Rumpak Anyam dalam mengembangkan kreativitas sekaligus memberikan nilai tambah terhadap bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Melalui keterampilan menganyam, material yang kerap dianggap tidak terpakai dapat diolah menjadi karya seni yang menarik.
Saat ini, Rumpaka Anyam memiliki sekitar 25 personel. Namun, tidak seluruh anggota dapat mengikuti kegiatan Festival Raksa Rupa karena sebagian berhalangan hadir.
Meski demikian, kelompok tersebut tetap berupaya menampilkan karya terbaiknya dalam festival yang menjadi ruang pertemuan para pelaku seni, komunitas, dan masyarakat tersebut.
Sebelum tampil di Festival Raksa Rupa, Rumpaka Anyam juga telah mengikuti sejumlah kegiatan seni dan budaya. Di antaranya karnaval tingkat desa dan kecamatan, Asia Africa Festival, serta pameran seni di Gedung Pusat Kebudayaan dan kawasan Braga.
Pengalaman mengikuti berbagai kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi Rumpaka Anyam untuk memperkenalkan karya sekaligus memperluas jangkauan apresiasi masyarakat terhadap seni kerajinan berbahan alami.
Selain karya “Ibu Pertiwi”, dalam kesempatan tersebut Rumpaka Anyam juga membawa karya berbentuk sapi yang dibuat menggunakan teknik anyaman pelepah pisang.
Kehadiran dua karya tersebut memperlihatkan bahwa bahan sederhana yang dekat dengan kehidupan masyarakat dapat dikembangkan menjadi produk seni yang memiliki daya tarik tersendiri apabila dipadukan dengan kreativitas dan keterampilan.
Partisipasi Rumpaka Anyam dalam Festival Raksa Rupa sekaligus memperkaya keberagaman karya yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Festival ini tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga membuka ruang bagi komunitas untuk saling mengenal, berbagi gagasan, serta memperkenalkan potensi budaya dan kreativitas dari daerah masing-masing.
Melalui karya “Ibu Pertiwi”, Rumpaka Anyam menunjukkan bahwa pelestarian seni dan pengembangan kreativitas dapat dimulai dari pemanfaatan potensi lokal. Dengan semangat kolaborasi dan dukungan masyarakat, kerajinan berbahan pelepah pisang berpeluang terus dikembangkan sebagai bagian dari kekayaan seni dan budaya Indonesia.
Reporter : Yun.s


