Kab.Ciamis Qjabar – Pemerintah Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, menggelar kegiatan sosialisasi rencana penarikan dan pemanfaatan air dari Situ Lengkong Panjalu bersama PT Wilo Pumps Indonesia. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Prabu Haryang Kancana, Rabu (17/12/2025).
Sosialisasi ini dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan dan kelembagaan desa, di antaranya Kepala Desa Panjalu, Ketua dan anggota BPD Desa Panjalu, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, perangkat desa, Ketua TP PKK, Ketua LPMD, Ketua MUI, Ketua BUMDes Rahayu Waluya, Ketua Karang Taruna, Ketua LKD dan KOD Desa Panjalu, perwakilan RT dan RW, tokoh masyarakat dari masing-masing dusun, serta perwakilan PT Wilo Pumps Indonesia selaku narasumber dan teknisi.
Dalam pemaparannya, perwakilan PT Wilo Pumps Indonesia menjelaskan bahwa penarikan air dari Situ Lengkong akan menggunakan teknologi Wilo-Actun OPTI Solar Pumps, yakni pompa submersible berukuran 4-6 inci yang terintegrasi dengan sistem tenaga surya melalui inverter internal. Teknologi ini dirancang untuk mengalirkan air dari Situ Lengkong menuju wilayah Pasir Haur guna mendukung pengairan lahan pertanian serta distribusi air bersih bagi masyarakat.
Baca juga:Rotasi 30 Pejabat Pemkab Tasikmalaya, Dua Dinas Strategis Masih Tanpa Kepala Definitif
Disebutkan pula bahwa teknologi serupa telah berhasil diimplementasikan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bukit Asam di wilayah Sawahlunto, Sumatera Barat, dengan kapasitas pompa mencapai 10 liter per detik untuk mengairi sekitar 20 hektare lahan persawahan.
Selain efisien dan ramah lingkungan, penggunaan pompa tenaga surya dinilai sangat sesuai dengan kondisi geografis wilayah Pasir Haur, karena mampu menekan ketergantungan terhadap listrik konvensional serta mengurangi biaya operasional. Upaya ini juga diiringi dengan komitmen reboisasi dan normalisasi sebagai langkah menjaga keberlanjutan sumber daya air Situ Lengkong.
Kepala Desa Panjalu, H. Yuyus Surya Adinegara, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan langkah preventif pemerintah desa dalam mengantisipasi potensi konflik air, khususnya pada musim kemarau, dengan memanfaatkan sumber daya air secara teknis, terukur, dan berkelanjutan.
Baca juga:Proyek SPAM APBD Kota Tasik Disorot, FPK Pertanyakan Pondasi, Legalitas Tanah, dan SIPAT
“Alhamdulillah, dari hasil musyawarah dan kesepakatan bersama, program ini disetujui untuk dilaksanakan. Perjanjian kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Wilo Pumps Indonesia insyaallah akan direalisasikan pada tahun ini,” ungkapnya.
Selain itu, Desa Panjalu juga mendapatkan bantuan berupa peralatan penyulingan air minum atau Kios Water dari PT Wilo Pumps Indonesia yang nantinya akan diserahkan dan dikelola oleh BUMDes Rahayu Waluya.
Kepala Desa Panjalu menambahkan bahwa kehadiran dan kontribusi PT Wilo Pumps Indonesia tidak terlepas dari peran tokoh masyarakat Panjalu yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan desa. Ia pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Panjalu atas sinergi yang selama ini terjalin, tidak hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam pengembangan berbagai konsep pemberdayaan desa lainnya. (Hs)









