Kota Tasikmalaya, Qjabar – Bertempat di Hotel Cordella yang ada dibilangan Yudanegara Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya pada Jumat (13 Februari 2026) berlangsung acara yang di selenggarakan oleh DPC Kamar Dagang Indonesia Kota Tasikmalaya.
Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Bappeda Kota Tasikmalaya Apep Yosa, Asep Saepulloh Ketua Kadin Kota Tasikmalaya serta tamu undangan lainnya
Dalam wawancaranya dengan berbagai media baik cetak maupun online dia mengatakan bahwa terkait dengan perizinan.
Dan hal ini masih MPP ataupun ada realisasinya membutuhkan waktu atau bahkan tidak simpel atau masih ada pungutan dan sebagainya yang tentunya dengan biaya besar.
Baca juga : Wakil Bupati Tasikmalaya Tegaskan Komitmen Pembinaan, Lepas Atlet Tinju ke Kejuaraan Nasional
Selain perizinan kita juga berbicara RDTR juga percuma kita bicara investasi tapi RDTR belum disahkan sangat menghambat.
Realistisnya misalnya dengan ada jalan Besar yang baru di JB Purbaratu otomatis ada bisnis dan dengan adanya bisnis otomatis dan permasalahannya adalah masih adanya lahan hijau.
Perizinan, RDTR kondisi pasar Cikurubuk yang banyaknya kios sering tutup ini bagaimana penanggulangannya dari Pemkot Tasikmalaya.
Ketika membicarakan invesstor atau buyer sistem transportasi harus mumpuni seperti bandara dan jalan tol . Dengan mengundang seluruh stakeholder yang ada diharapkan akan terjadi solusi.
Menurut pengalaman dari kami apabila ingin mendatangkan investor yang harus diperbaiki betul tata ruang. Seperti di Urug ada investor yang sanggup menampung kurang lebih 1000 tenaga kerja, malah jatohnya ke Ciamis perusahaan dari Jepang.
Reporter : Irfan









