Home / Ragam Berita / Cikondang Jadi Sorotan! Pemkab Bandung Gaspol mengangkat budaya lokal menjadi potensi wisata unggulan

Cikondang Jadi Sorotan! Pemkab Bandung Gaspol mengangkat budaya lokal menjadi potensi wisata unggulan

Kabupaten Bandung Qjabar – Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan wisata berbasis budaya, salah satunya di Kampung Adat Cikondang.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Kepariwisataan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bandung, Muhamad sofiyurahman saat menghadiri kegiatan di Kampung Adat Cikondang, Kamis 9 April 2026.

Ia mengungkapkan rasa kagumnya terhadap keberadaan Kampung Adat Cikondang yang dinilai memiliki nilai historis dan budaya yang sangat tinggi. Salah satu keunggulan yang dimiliki adalah keberadaan rumah adat yang telah berusia ratusan tahun dan menjadi satu-satunya di Kabupaten Bandung.

“Alhamdulillah, hari ini kita berada di Kampung Adat Cikondang yang luar biasa. Di sini terdapat rumah adat yang usianya sudah ratusan tahun dan hanya ada satu di Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Baca juga : KSOP Kelas II Cirebon Serahkan Saung Baju Penolong Untuk Tingkatkan Keselamatan Wisata Situ Lengkong Panjalu

Menurutnya, potensi tersebut menjadi kekuatan besar dalam pengembangan sektor pariwisata, khususnya wisata berbasis budaya. Ia menegaskan bahwa wisata tidak selalu harus mengandalkan keindahan alam, tetapi juga dapat dikembangkan melalui nilai-nilai budaya dan sejarah.

“Wisata itu tidak harus selalu tentang pemandangan alam atau aktivitas rekreasi seperti berenang. Di sini, wisatawan bisa datang untuk belajar budaya Sunda, memahami sejarah, dan melihat langsung bagaimana kehidupan masyarakat adat di masa lalu,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pengalaman yang ditawarkan di Kampung Adat Cikondang bersifat autentik, di mana pengunjung tidak hanya melihat, tetapi juga dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat adat serta menyaksikan bangunan bersejarah yang masih terjaga keasliannya.

Lebih lanjut, Muhamad sofiyurahman menegaskan bahwa pengembangan wisata budaya ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Bandung yang menyambut masa depan dan modernisasi tanpa melupakan akar sejarah dan budaya.

“Kita ingin menuju masa depan yang lebih baik, tetapi tidak melupakan sejarah. Justru dengan melestarikan budaya, kita bisa menjadikannya sebagai potensi wisata yang bernilai tinggi,” katanya.

Saat ini, masyarakat Kampung Adat Cikondang tengah merancang konsep pengembangan wisata agar lebih mudah diakses oleh masyarakat luas. Namun demikian, ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pengembangan wisata dan pelestarian nilai-nilai adat agar tidak tergerus oleh modernisasi.

“Yang sedang diformulasikan saat ini adalah bagaimana masyarakat bisa datang, melihat, dan belajar secara langsung, tetapi budaya lokalnya tetap terjaga dan tidak hilang,” tambahnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga memberikan perhatian terhadap peningkatan infrastruktur sebagai penunjang utama pengembangan wisata.

Fasilitas dasar seperti akses jalan, ketersediaan air bersih, hingga area parkir menjadi bagian penting yang terus dibenahi.

“Infrastruktur adalah amenitas dasar, baik untuk pengembangan wisata maupun kehidupan masyarakat sehari-hari. Oleh karena itu, kita juga bergerak dalam menata dan menyiapkan kebutuhan tersebut,” jelasnya.

Dengan adanya dukungan dari pemerintah serta peran aktif masyarakat, diharapkan Kampung Adat Cikondang dapat terus berkembang sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Kabupaten Bandung, sekaligus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat luas dalam mengenal dan melestarikan budaya Sunda.

Reporter : Yun.s

 

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *