BerandaBirokrasiZeis Zultaqawa: Monumen Kopi Lahir dari Kolaborasi untuk Mengangkat Identitas Kabupaten Bandung

Zeis Zultaqawa: Monumen Kopi Lahir dari Kolaborasi untuk Mengangkat Identitas Kabupaten Bandung

Date:

Berita Terkini

Bupati Bandung Resmikan Monumen Kopi Mendunia, Perkuat Identitas Kabupaten Bandung sebagai Sentra Kopi Unggulan

Kabupaten Bandung Qjabar – Pemerintah Kabupaten Bandung resmi meresmikan...

BAZNAS Tasikmalaya Salurkan Bantuan Modal Usaha Keripik Pisang

Kabupaten Tasikmalaya, QJabar – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS)...

Emma Dety: Monumen Kopi Adalah Kebanggaan, Pameran Kopi Adalah Mesin Ekonominya

Kabupaten Bandung Qjabar - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah...

KDS Dorong Sinergi Pemkab Bandung dan DPR RI Perluas Layanan Sosial bagi Masyarakat

KABUPATEN BANDUNG Qjabar – Bupati Bandung, Dadang Supriatna (KDS)...
spot_imgspot_img

Kabupaten Bandung Qjabar – Pemerintah Kabupaten Bandung resmi meresmikan Monumen Kopi yang berlokasi di kawasan Soreang sebagai ikon baru daerah sekaligus simbol kebangkitan industri kopi dari hulu hingga hilir. Peresmian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengangkat identitas Kabupaten Bandung sebagai salah satu daerah penghasil kopi unggulan di Jawa Barat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung Dr. Ir. H. Zeis Zultaqawa, M.M., IPU., ASEAN Eng menjelaskan bahwa pembangunan Monumen Kopi lahir dari semangat kolaborasi serta arahan Bupati Bandung yang memberikan ruang kepada perangkat daerah untuk berinovasi.

Menurutnya, ketika muncul gagasan menghadirkan sebuah ikon yang mampu merepresentasikan karakter Kabupaten Bandung, berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) melakukan diskusi dan kajian bersama. Dari hasil pembahasan tersebut, kopi dinilai sebagai komoditas yang paling tepat untuk menggambarkan identitas Kabupaten Bandung yang memiliki potensi besar sebagai daerah penghasil kopi berkualitas.

“Monumen Kopi ini lahir dari proses diskusi bersama. Kami diberi kepercayaan untuk menentukan ikon yang benar-benar mencerminkan Kabupaten Bandung, dan akhirnya kopi dipilih karena menjadi salah satu kekuatan daerah yang telah dikenal luas,” ungkapnya.

Baca juga : Bupati Bandung Resmikan Monumen Kopi Mendunia, Perkuat Identitas Kabupaten Bandung sebagai Sentra Kopi Unggulan

Tidak hanya meresmikan monumen, Pemerintah Kabupaten Bandung juga menghadirkan pameran produk kopi dan UMKM agar masyarakat dapat menikmati hasil karya para petani dan pelaku usaha kopi lokal. Meski tidak memiliki anggaran khusus untuk penyelenggaraan pameran, kegiatan tersebut tetap terlaksana berkat kolaborasi berbagai perangkat daerah seperti Dinas Pertanian, Dinas Koperasi dan Perdagangan, Dispora, serta dukungan sejumlah mitra.

Sebanyak 30 stan disediakan untuk pelaku usaha kopi, petani, dan UMKM. Antusiasme masyarakat ternyata sangat tinggi. Dari ratusan kelompok yang ingin berpartisipasi, hanya sebagian kecil yang dapat difasilitasi karena keterbatasan tempat.

Sejak pagi setelah peresmian berlangsung, seluruh stan telah dipenuhi peserta dan pengunjung. Hal ini menunjukkan bahwa industri kopi di Kabupaten Bandung terus berkembang dan telah memiliki ekosistem yang kuat, mulai dari proses budidaya, pengolahan, hingga pemasaran produk.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pameran, talkshow, dan sesi berbagi pengalaman bersama para petani kopi serta pelaku industri kopi. Dalam diskusi tersebut terungkap bahwa peningkatan produksi kopi membutuhkan komitmen untuk terus menanam dan merawat tanaman kopi secara berkelanjutan. Sementara dari sisi hilir, kopi dinilai memiliki potensi besar sebagai media promosi daerah sekaligus penggerak ekonomi kreatif.

Pemerintah Kabupaten Bandung berharap keberadaan Monumen Kopi menjadi awal lahirnya berbagai kegiatan yang melibatkan petani dan pelaku usaha kopi lokal. Kehadiran mereka dalam setiap agenda pemerintah diharapkan mampu memperluas promosi produk kopi Kabupaten Bandung sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Dinas PUTR Zeis Zultaqawa juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan monumen dan penyelenggaraan acara, di antaranya Bank BJB, Perumda Air Minum Tirta Raharja, serta berbagai sponsor dan mitra lainnya yang turut berkontribusi.

Monumen Kopi dibangun dengan anggaran sekitar Rp1,8 miliar dari total pagu Rp2 miliar. Pembangunan tersebut telah selesai sesuai rencana dan kini resmi menjadi salah satu landmark baru Kabupaten Bandung, khususnya di kawasan Soreang.

Dengan hadirnya Monumen Kopi, Pemerintah Kabupaten Bandung optimistis sektor kopi akan semakin berkembang dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Selain menjadi destinasi baru bagi masyarakat dan wisatawan, monumen ini diharapkan menjadi simbol kebanggaan daerah sekaligus pengingat bahwa kopi merupakan salah satu kekayaan unggulan Kabupaten Bandung yang harus terus dijaga dan dikembangkan.

 

Reporter : Yun.s

Q Jabar

spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini