TASIKMALAYA , Qjabar – Kekhawatiran warga Kelurahan Cilembang terhadap keberadaan Tower SUTET 111 di atas perbukitan kini mendapat perhatian serius. Lokasinya yang berada di atas kawasan permukiman dan dekat lingkungan SMPN 6 Tasikmalaya memunculkan kekhawatiran akan potensi risiko apabila terjadi longsor atau pergerakan tanah, terutama saat musim hujan.
Keresahan tersebut mendorong Anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi, turun langsung meninjau lokasi pada Sabtu (1/8/2026). Peninjauan dilakukan bersama perwakilan PT PLN (Persero), Lurah Cilembang, Babinsa, serta jajaran RT dan RW untuk melihat langsung kondisi lereng dan tapak tower.
Perjalanan menuju lokasi tidaklah mudah. Rombongan harus menembus semak belukar dan mendaki medan yang cukup terjal sebelum tiba di titik berdirinya Tower SUTET 111.
“Kita tidak boleh menunggu sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Keselamatan warga dan anak-anak sekolah harus menjadi prioritas. Karena itu kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan agar langkah yang diambil benar-benar berdasarkan fakta,” ujar Kepler di sela peninjauan.
Dari hasil peninjauan, tampak material batu dan tanah di sekitar lereng yang menjadi perhatian warga. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat kajian teknis lebih lanjut untuk memastikan tingkat risiko sekaligus menentukan langkah mitigasi yang tepat.
Warga berharap PT PLN (Persero) bersama Pemerintah Kota Tasikmalaya segera melakukan tindak lanjut, baik melalui penguatan lereng, penanganan teknis lainnya, maupun mengkaji berbagai opsi yang dinilai paling aman berdasarkan hasil kajian para ahli.
Bagi masyarakat Cilembang, persoalan ini bukan semata mengenai keberadaan sebuah tower, melainkan tentang rasa aman bagi warga yang tinggal di bawahnya dan ratusan siswa yang setiap hari beraktivitas di lingkungan SMPN 6 Tasikmalaya. Mereka berharap langkah antisipatif dapat segera dilakukan sehingga potensi risiko dapat diminimalkan dan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
Sampai berita ini ditayangkan, pihak PT PLN (Persero) belum memberikan keterangan resmi terkait hasil peninjauan lapangan maupun langkah yang akan diambil atas aspirasi warga. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan akan memuat penjelasan dari pihak terkait pada pemberitaan selanjutnya.
Reporter: AR A





