24.200 Hektare Sawah Kabupaten Bandung Dibidik Jadi LP2B, KDS Siapkan Reward

Kab.Bandung Qjabar – Bupati Bandung Dadang Supriatna menyiapkan skema insentif bagi pemilik lahan yang mempertahankan sawahnya sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Salah satunya berupa pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi lahan yang telah ditetapkan sebagai LP2B.

Kebijakan tersebut disiapkan seiring proses penetapan LP2B Kabupaten Bandung yang mencakup sekitar 24.200 hektare atau 87 persen dari 27.800 hektare Lahan Baku Sawah (LBS).

KDS menyampaikan hal tersebut saat ditemui di Rumah Dinas Bupati Bandung, Soreang, Senin (31/8/2026).

Menurut KDS, Pemkab Bandung telah menyerahkan usulan LP2B tersebut kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) pada Juli 2026. Selama Agustus, data tersebut masih melalui proses rekonsiliasi dan cleansing sebelum penetapan.

“LBS kita 27.800 hektare. Untuk menjadi LP2B sekitar 87 persen, artinya sekitar 24.200 hektare. Satu bulan lalu sudah kita serahkan kepada Kementerian ATR/BPN. Sekarang sedang diproses, ada rekonsiliasi dan cleansing. Insyaallah dalam waktu dua hari ke depan akan ada perkembangan,” ujar KDS.

Target 87 persen tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat mengenai perlindungan lahan sawah. Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid sebelumnya menjelaskan bahwa LP2B minimal 87 persen dari total LBS harus dilindungi untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Baca juga : KDS Percepat Sertifikasi 10.000 Tanah Wakaf dan Sarana Keagamaan di Kabupaten Bandung

KDS mengatakan perlindungan sawah tidak cukup hanya dengan menetapkan status LP2B. Pemerintah juga harus memberikan insentif kepada pemilik lahan agar mereka memiliki alasan kuat untuk mempertahankan sawah dan tidak menjualnya untuk kepentingan perumahan maupun industri.

Karena itu, setelah penetapan LP2B berjalan, KDS meminta pemerintah desa menyusun peraturan desa (perdes) sebagai salah satu dasar penguatan perlindungan lahan di tingkat lokal. Pemkab Bandung juga menyiapkan dukungan regulasi melalui peraturan bupati maupun regulasi provinsi sesuai kewenangan.

“Nanti khusus untuk LP2B ini kita bebaskan pajak, tidak usah bayar pajak setiap tahunnya. Ini salah satu komitmen. Kita pahami masyarakat atau pemilik lahan yang mempertahankan sawah menjadi LP2B perlu ada semacam reward. Pemerintah harus hadir,” katanya.

Menurut KDS, insentif tersebut penting agar kebijakan perlindungan lahan tidak hanya menjadi larangan alih fungsi, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi pemilik lahan.

“Jangan sampai masyarakat diminta mempertahankan sawah, tetapi pemerintah tidak memberikan dukungan,” ujarnya.

Selain insentif pajak, KDS mendorong pemerintah pusat memperkuat infrastruktur pertanian, terutama jaringan irigasi. Ia menyebut Kabupaten Bandung memiliki sekitar 547 daerah irigasi (DI) dan telah mengusulkan penanganan sekitar 19 DI kepada pemerintah pusat dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp947 miliar.

Untuk 2026, KDS memperoleh informasi adanya alokasi sekitar Rp334 miliar, namun ia masih akan mengejar kepastian waktu pelaksanaan program tersebut bersama Kementerian Pertanian dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum.

“Kalau LBS ini sudah ditetapkan LP2B 87 persen, pemerintah harus hadir dan menjamin. Saluran primer, sekunder, tersier, termasuk jalan usaha tani harus terpenuhi,” tegasnya.

KDS menilai perlindungan lahan pertanian harus berjalan bersamaan dengan peningkatan produktivitas. Tanpa dukungan irigasi dan akses produksi, status LP2B dikhawatirkan hanya menjadi perlindungan administratif tanpa cukup memberikan daya dukung terhadap petani.

Karena itu, Pemkab Bandung akan mendorong agar penetapan LP2B diikuti dengan penguatan infrastruktur pertanian serta dukungan kebijakan yang membuat lahan sawah tetap produktif dan menarik untuk dipertahankan.

 

Reporter : Yun.s

 

Nasional

Kenang Jasa Ulama, Ribuan Santri Tasikmalaya Bawa Foto Pendiri Pesantren saat Kirab HSN

Kab. Tasikmalaya, QJabar — Ribuan santri dari berbagai pondok...

HUT ke-62 Golkar, DPD Kota Tasikmalaya Gelar Upacara Penghormatan di TMP

Kota Tasikmalaya Qjabar – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan...

Wamendagri Bima Arya: KDKMP Bukan Toko Ritel, Melainkan Infrastruktur Pemerintah untuk Penyaluran Barang Subsidi

Kabupaten Bandung Qjabar - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri)...

Mendagri Minta Pemda Perkuat Peran Diskominfo dalam Komunikasi Strategis dan Efektivitas Kebijakan Publik

Jakarta Qjabar – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito...

Karang Taruna Kabupaten Bandung Bahas Permensos Nomor 9 Tahun 2025 dan Refleksi 66 Tahun

Kabupaten Bandung Qjabar – Karang Taruna Kabupaten Bandung menggelar...

Ragam Berita

BMH Dukung acara Halaqah Kubro dan Islamic Scout Camp Hidayatullah Jawa Barat 2026

SUMEDANG Qjabar – Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Jawa Barat...

Pemdes Kopo Tingkatkan Kapasitas Kelembagaan Desa, Perkuat Pelayanan Publik dan Sinergi BPD

Kabupaten Bandung Qjabar – Pemerintah Desa Kopo terus berupaya...

Halaqah Kubro Hidayatullah Jawa Barat Satukan Langkah dan Kuatkan Ukhuwah

Sumedang, Jawa Barat Qjabar — Halaqah Kubro Hidayatullah se-Jawa...

Ponpes Al-Azhar Pameungpeuk Siapkan Santri Hafal 30 Juz, Kuasai Teknologi dan Bahasa Asing

Kabupaten Bandung Qjabar – Yayasan Pendidikan Al-Azhar terus berupaya...

Raih Juara II Festival Raksa Rupa, RW 07 Sangkanhurip Gelar Tasyakur Bini’mah

Kabupaten Bandung Qjabar – Sebagai bentuk rasa syukur atas...

Berita Terbaru

Popular Categories

Birokrasi