Kabupaten Bandung, Qjabar – Dosen Program Studi Pendidikan Masyarakat Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Dr. Purnomo, M.Pd., menjelaskan bahwa pelaksanaan Program Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) di Desa Jatisari bertujuan untuk mendorong pemberdayaan masyarakat sekaligus memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam mengidentifikasi kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, melalui kegiatan PPM, mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga belajar menyusun program pemberdayaan yang sesuai dengan kondisi dan potensi masyarakat.
Baca juga : Dipuji Tak Terbang, Dicaci Tak Tumbang: Kiprah Kang DS Membangun Kabupaten Bandung
“Tujuan utama pengabdian masyarakat ini adalah menstimulasi masyarakat dalam konteks pemberdayaan. Mahasiswa belajar mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, menyusun program, serta menjadi penggerak dan pendamping masyarakat,” ujar Dr. Purnomo.
Ia menjelaskan, berbagai program yang dilaksanakan mahasiswa lebih berfokus pada kegiatan pelatihan, penyuluhan, dan edukasi untuk membangkitkan kreativitas serta inisiatif masyarakat, bukan semata-mata menghasilkan produk.
“Inovasi yang kami dorong bukan hanya berupa produk, tetapi bagaimana masyarakat memiliki inisiatif, kreativitas, dan semangat untuk terus berkembang melalui berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan,” jelasnya.
Dr. Purnomo juga mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat selama pelaksanaan PPM. Menurutnya, warga selalu berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan, baik kegiatan formal maupun kegiatan sosial yang mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat.
Ia menambahkan, dalam pelaksanaan PPM mahasiswa berperan sebagai fasilitator, motivator, sekaligus inisiator yang menghadirkan pengetahuan dan wawasan baru bagi masyarakat.
“Kami berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat seperti ini terus berlanjut sehingga dapat memberikan manfaat yang berkesinambungan, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat,” pungkasnya.
Reporter : Yun.s





