BerandaPendidikanMahasiswa UPI Akhiri Pengabdian di Jatisari, Warga Apresiasi Berbagai Program PPM 2026

Mahasiswa UPI Akhiri Pengabdian di Jatisari, Warga Apresiasi Berbagai Program PPM 2026

Date:

Berita Terkini

Sambut Kunjungan Kepala Staf Kepresidenan, KDS Tegaskan Komitmen Dukung Sekolah Rakyat

KABUPATEN BANDUNG Qjabar – Pemerintah Kabupaten Bandung terus menunjukkan...

Dukung Konektivitas Antardaerah, Pemkab Bandung Bangun Sinergi dengan Pemkab Cianjur

KABUPATEN BANDUNG Qjabar – Pemerintah Kabupaten Bandung terus memperkuat...

KDS Dorong Muslimat NU Perkuat Peran Pemberdayaan Umat dan Pembangunan SDM

Kabupaten Bandung Qjabar - Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS)...

Pemkab Bandung Siap Perluas Kerja Sama Antardaerah Bersama Kabupaten OKI

KABUPATEN BANDUNG Qjabar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung terus...

Polemik Peci dan Santri Berujung Laporan Polisi, GIBAS Kabupaten Tasikmalaya Tempuh Jalur Hukum

TASIKMALAYA,QJABAR - Polemik yang menyeret simbol keagamaan dan identitas...
spot_imgspot_img

Kabupaten Bandung, Qjabar – Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) 2026 yang dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Masyarakat Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) resmi memasuki agenda penutupan.

Acara penutupan berlangsung di .Aula Desa Jatisari, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, dengan dihadiri Camat Cangkuang, kepala desa Jatisari, mahasiswa peserta PPM, dosen pembimbing, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Penutupan kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian program pengabdian yang selama beberapa waktu terakhir dijalankan oleh mahasiswa UPI bersama masyarakat Desa Jatisari. Berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan tidak hanya berfokus pada aspek pendidikan, tetapi juga menyentuh bidang pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan organisasi kemasyarakatan, hingga pengembangan potensi lokal, Rabu 5/8/2026.

Selama pelaksanaan PPM, mahasiswa berupaya membangun sinergi dengan pemerintah desa dan masyarakat melalui berbagai program yang disusun berdasarkan kebutuhan warga. Pendekatan partisipatif menjadi salah satu kunci keberhasilan sehingga masyarakat dapat terlibat secara aktif dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan.

Acara penutupan dipimpin oleh jajaran Penmas UPI 2026 dengan pendamping yang hadir sesuai undangan. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang evaluasi terhadap seluruh program yang telah dilaksanakan, sekaligus sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik mahasiswa kepada masyarakat dan pihak kampus.

Selain penyampaian laporan kegiatan, acara juga diisi dengan sambutan dari perwakilan Universitas Pendidikan Indonesia, Pemerintah Desa Jatisari, tokoh masyarakat, serta penampilan dari warga dan mahasiswa yang menjadi simbol eratnya hubungan antara dunia akademik dengan masyarakat.

Pemerintah Desa Jatisari menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa UPI yang telah mengabdikan ilmu dan tenaga selama pelaksanaan PPM. Berbagai program yang dijalankan dinilai memberikan manfaat nyata, terutama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan, kebersamaan, serta pemberdayaan potensi yang dimiliki desa.

Pemerintah Desa Jatisari, Kecamatan Cangkuang, menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan Masyarakat Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang telah menyelesaikan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) Tahun 2026 di Desa Jatisari.

Dalam sambutannya pada acara penutupan, Kepala Desa Jatisari mengungkapkan bahwa selama kurang lebih 12 hari mahasiswa UPI telah memberikan kontribusi nyata melalui berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat, seperti sosialisasi penanggulangan bencana bersama BPBD serta kegiatan pemberdayaan warga di beberapa kampung.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Pendidikan Indonesia, khususnya adik-adik mahasiswa yang telah mengabdikan ilmu, tenaga, dan semangatnya untuk masyarakat Desa Jatisari. Semoga pengalaman ini menjadi bekal dalam mengabdi kepada masyarakat di masa depan,” ujar Kepala Desa.

Ia juga berharap hubungan baik antara UPI dan Desa Jatisari terus terjalin serta mengundang para mahasiswa untuk kembali berkunjung sebagai bagian dari keluarga besar Desa Jatisari.

Sementara itu, pihak Universitas Pendidikan Indonesia berharap pengalaman pengabdian ini dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan. Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

Baca juga : Petugas Disperkimtan Kabupaten Bandung Percepat Verifikasi Lapangan BSPS 2026, Pastikan Bantuan RTLH Tepat Sasaran

Ditambahkan Dosen Pembimbing Lapangan Program Studi Pendidikan Masyarakat Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Dr. Purnomo, M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) di Desa Jatisari, Kecamatan Cangkuang, menjadi sarana pembelajaran nyata bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.

Dalam sambutannya pada acara penutupan PPM 2026, Dr. Purnomo menjelaskan bahwa pengabdian masyarakat merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar langsung menghadapi berbagai dinamika sosial yang tidak selalu sama dengan teori yang dipelajari di kelas.

“Di masyarakat, mahasiswa belajar menghadapi realitas yang sesungguhnya. Tantangannya berbeda dengan apa yang mereka pelajari di kampus. Pengalaman inilah yang akan menjadi bekal berharga ketika mereka terjun ke dunia kerja maupun mengabdi di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Desa Jatisari, aparatur desa, BPBD, Bhabinkamtibmas, kader PKK, para ketua RW dan RT, serta seluruh masyarakat yang telah mendampingi mahasiswa selama pelaksanaan PPM yang berlangsung sekitar 10 hingga 12 hari.

Menurutnya, ke depan kerja sama antara UPI dan Pemerintah Desa Jatisari diharapkan terus berlanjut, tidak hanya melalui program pengabdian masyarakat, tetapi juga kegiatan penelitian, pendampingan, maupun program akademik lainnya yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Di akhir sambutannya, Dr. Purnomo menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan kegiatan terdapat kekurangan dari para mahasiswa maupun pihak kampus. Ia berharap seluruh peserta PPM dapat meninggalkan kesan baik serta terus menjaga hubungan silaturahmi dengan masyarakat Desa Jatisari.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi awal dari kerja sama yang berkelanjutan antara Universitas Pendidikan Indonesia dan Desa Jatisari, sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan oleh masyarakat maupun mahasiswa di masa mendatang,” pungkasnya.

Dengan berakhirnya kegiatan PPM 2026 di Desa Jatisari, diharapkan hubungan baik antara Universitas Pendidikan Indonesia dan masyarakat setempat tetap terjalin. Program-program yang telah dirintis selama kegiatan berlangsung diharapkan dapat terus dikembangkan oleh masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi pelaksanaan pengabdian masyarakat di masa mendatang.

 

Reporter : Yun.s

Q Jabar

spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini