Kabupaten Bandung, Qjabar – Ketua DPRD kabupaten Bandung Hj.Renie Rahayu Fauzi., SH meluncurkan sebuah program baru Yaitu Rebo Keliling (BOLING) yang bertujuan mempererat kedekatan dengan masyarakat melalui agenda rutin setiap hari Rabu. Program tersebut menjadi wadah untuk menyerap langsung aspirasi, keluhan, serta berbagai persoalan yang dihadapi warga di setiap wilayah Kabupaten Bandung.
Dalam keterangannya saat bersilaturahmi dengan masyarakat di Kecamatan Dayeuhkolot, ia mengatakan bahwa program tersebut lahir dari keinginannya untuk lebih sering hadir di tengah masyarakat, sehingga dapat mengetahui secara langsung kondisi riil yang terjadi di lapangan.
“Ini program baru saya. Mulai tahun ini saya mencoba untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat, mendengar apa yang menjadi keluh kesah masyarakat. Sebagai Ketua DPRD kabupaten Bandung Kabupaten Bandung, tugas dan tanggung jawab saya bukan hanya di daerah pemilihan saya saja, tetapi mencakup seluruh wilayah Kabupaten Bandung,” ujarnya.
Ia menjelaskan, meskipun dirinya terpilih sebagai anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) V, namun kapasitasnya sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bandung membuat dirinya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di seluruh kecamatan dan desa di Kabupaten Bandung.
Melalui program tersebut, dirinya berkomitmen menyisihkan waktu untuk turun langsung ke lapangan, bertemu warga, berdialog, serta mendengarkan berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat.
“Saya mencoba agar ada satu hari dalam setiap pekan di mana saya bisa turun langsung ke masyarakat, bertemu dengan warga, mendengar apa yang menjadi persoalan mereka. Seperti hari ini saya datang ke Desa Dayeuhkolot, sehingga saya bisa mengetahui secara langsung apa yang menjadi permasalahan di wilayah ini,” katanya.
Baca juga : Melalui BOLING Ketua DPRD Kabupaten Bandung Gelar Dialog Lintas Sektor di Dayeuhkolot
Menurutnya, seluruh aspirasi yang diperoleh dari masyarakat tidak hanya menjadi bahan diskusi semata, tetapi akan dicatat dan dibawa dalam berbagai forum pembahasan bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjadi mitra kerja DPRD.
“Apa yang saya dengar dari masyarakat ini akan menjadi bahan ketika saya bertemu dengan OPD. Persoalan-persoalan yang ada harus ditindaklanjuti oleh dinas terkait sesuai dengan kewenangannya, sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari aspirasi yang mereka sampaikan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa mendengarkan langsung suara masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab seorang wakil rakyat. Karena itu, kegiatan silaturahmi dan dialog bersama warga akan terus dilakukan secara berkesinambungan.
“Sudah menjadi kewajiban saya untuk datang dan mendengar langsung keluh kesah masyarakat. Apa yang menjadi harapan mereka nanti akan saya komunikasikan dengan mitra kerja yang memiliki kewenangan agar dapat dicarikan solusi terbaik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia memastikan bahwa program tersebut tidak bersifat seremonial, melainkan telah masuk dalam agenda rutin yang akan dilaksanakan setiap pekan selama tidak berbenturan dengan agenda kedinasan lainnya.
“Insya Allah kegiatan ini akan terus berlanjut. Saya sudah mengagendakan bahwa setiap hari Rabu, apabila tidak ada kegiatan lain, saya akan mengunjungi wilayah-wilayah di Kabupaten Bandung untuk bersilaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung,” pungkasnya.
Melalui program “Rabu Keliling” tersebut, diharapkan terjalin komunikasi yang lebih erat antara masyarakat dengan wakil rakyat, sehingga berbagai persoalan di tingkat desa dan kecamatan dapat segera diketahui serta ditindaklanjuti secara tepat oleh pemerintah daerah melalui OPD terkait.
Reporter : Yun.s





