Kota Tasik Qjabar – Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candranegara (KDC), terus melakukan berbagai ikhtiar untuk memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta mencari solusi menghadapi tantangan ekonomi yang tengah dihadapi daerah.
Dalam pertemuannya dengan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) RI, Haikal Hassan, KDC menyampaikan harapan agar para pelaku UMKM dan usaha kuliner di Kota Tasikmalaya mendapatkan fasilitasi sertifikasi dan logo halal. Menurutnya, jumlah UMKM dan pelaku kuliner di Kota Tasikmalaya cukup besar, namun saat ini Pemerintah Kota Tasikmalaya memiliki keterbatasan anggaran untuk memberikan bantuan fasilitasi secara maksimal.
“Kami ingin ada fasilitasi terkait logo halal sekaligus jaminan halal bagi produk-produk UMKM Kota Tasikmalaya. Saat ini pemerintah daerah memiliki keterbatasan anggaran, sehingga kami berupaya mencari berbagai dukungan dari pemerintah pusat,” ujar KDC.
Baca juga:Gerakan Bersih Serentak di Tasikmalaya, Diky Candra: Mari Rawat Lingkungan Bersama
Ia meyakini bahwa sertifikasi halal tidak hanya penting bagi umat Islam sebagai bagian dari keyakinan dan ketaatan beragama, tetapi juga menjadi simbol kebersihan, keamanan, dan kualitas produk. Menurutnya, produk halal identik dengan proses yang bersih dan aman sehingga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen.
KDC menambahkan bahwa pola konsumsi makanan yang halal dan baik diyakini dapat membawa dampak positif bagi kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, penguatan ekosistem produk halal menjadi salah satu langkah penting dalam mendorong kemajuan UMKM sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPJPH RI Haikal Hassan menyampaikan bahwa produk berlogo halal kini semakin diterima di berbagai negara, termasuk negara-negara non-Muslim. Menurutnya, banyak konsumen internasional yang memandang sertifikasi halal sebagai jaminan kebersihan dan kualitas produk yang lebih tinggi.
Sementara itu, KDC juga melakukan pertemuan dan diskusi bersama anggota DPR RI Lola Nelria Oktavia serta perwakilan DPD RI guna membahas berbagai langkah yang dapat dilakukan untuk membantu Kota Tasikmalaya di tengah kondisi ekonomi nasional yang sedang menghadapi tantangan. Kamis 11 Juni 2026.
Dalam pertemuan tersebut dibahas sejumlah program yang berpotensi direalisasikan di Kota Tasikmalaya, mulai dari kerja sama dengan berbagai lembaga, penyelenggaraan pasar atau sembako murah bagi masyarakat, pencarian orang tua asuh untuk cabang olahraga, hingga sosialisasi hukum kepada masyarakat terkait perlindungan perempuan, disiplin anggaran, dan berbagai isu sosial lainnya.
KDC berharap berbagai gagasan dan kolaborasi yang sedang dijajaki tersebut dapat segera diwujudkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Tasikmalaya.
“Kondisi fiskal Kota Tasikmalaya saat ini memang tidak sedang baik-baik saja. Karena itu kami terus berikhtiar mencari berbagai peluang dan kolaborasi agar program-program yang bermanfaat bagi masyarakat tetap dapat berjalan. Mohon doa dari seluruh masyarakat agar ikhtiar kecil ini dapat membawa hasil yang baik untuk Kota Tasikmalaya,” pungkasnya.
Reporter: Dit





