BerandaBirokrasiKetua Terpilih KADIN Kab Bandung Periode 2026–2031, Muhammad Iqbal Usung Konsep “Kadin...

Ketua Terpilih KADIN Kab Bandung Periode 2026–2031, Muhammad Iqbal Usung Konsep “Kadin Kolaboratif”

Date:

Berita Terkini

Rapat Pimpinan KADIN Kota Tasikmalaya 

Kota Tasikmalaya, Qjabar  - Bertempat di Hotel Horison yang...

PPMI Kabupaten Bandung Turut Sukseskan Penanaman 1.000 Pohon di Gambung Pasirjambu

Kabupaten Bandung, Qjabar – Persatuan Pekerja Mandiri Indonesia (PPMI)...

Ahmad Najib Qodratullah: PAN Harus Hadir dan Bekerja Nyata untuk Rakyat

Kabupaten Bandung, Qjabar – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai...

Dadang Ilyas: Pengurus PPDI Harus Solid dan Siap Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

Kabupaten Bandung, Qjabar – Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI)...

Bupati Tasikmalaya Hadiri Pelantikan dan Musyawarah Kerja FPP, Dorong Penguatan Peran Pesantren

Kabupaten Tasikmalaya, QJabar – Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin...
spot_imgspot_img

Kabupaten Bandung, Qjabar – Ketua terpilih Kamar Dagang dan Industri Indonesia Kabupaten Bandung periode 2026–2031, Muhammad Iqbal, menyampaikan komitmennya untuk membawa organisasi Kadin Kabupaten Bandung menjadi wadah kolaboratif yang mampu merangkul seluruh potensi daerah guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Muhammad Iqbal usai mengikuti rangkaian proses Musyawarah Kabupaten (Mukab) Kadin Kabupaten Bandung yang telah berlangsung selama kurang lebih dua bulan, mulai dari proses pendaftaran, pengambilan formulir hingga tahapan pemilihan.

“Alhamdulillah, setelah dua bulan kami mengikuti seluruh proses pendaftaran, pengambilan formulir hingga Mukab hari ini, kami memiliki visi besar untuk Kadin Kabupaten Bandung periode 2026–2031, yakni mengusung tema Kadin Kolaboratif,” ujar Iqbal.

Menurutnya, konsep “Kadin Kolaboratif” lahir dari keinginan untuk menghimpun dan memberdayakan berbagai potensi yang selama ini belum terakomodasi secara maksimal dalam organisasi Kadin. Ia menilai Kabupaten Bandung memiliki banyak kekuatan, baik dari kalangan Anggota Luar Biasa (ALB), komunitas formal maupun informal, hingga para pelaku usaha kreatif yang terus berkembang.

Iqbal menegaskan bahwa seluruh potensi tersebut nantinya akan dirangkul dan diajak untuk bersama-sama membangun perekonomian daerah dengan bersinergi bersama pemerintah daerah.

“Di Kabupaten Bandung ini banyak potensi yang belum banyak dirangkul. Ada ALB, komunitas-komunitas, baik formal maupun informal. Ke depan, semuanya akan kita rangkul agar bisa bersama-sama dengan pemerintah membantu menumbuhkan perekonomian Kabupaten Bandung,” katanya.

Selain fokus pada pengembangan ekonomi, Iqbal juga berharap organisasi Kadin Kabupaten Bandung ke depan dapat menjadi organisasi yang semakin kredibel, transparan, profesional, serta mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung berbagai program pembangunan.

“Kami berharap Kadin menjadi organisasi yang kredibel, transparan, dan bisa membersamai Pemerintah Kabupaten Bandung dalam menjalankan visi dan misi pembangunan daerah,” ucapnya.

Baca  juga : PPMI Kabupaten Bandung Turut Sukseskan Penanaman 1.000 Pohon di Gambung Pasirjambu

Dalam menyikapi kondisi perekonomian global saat ini, Iqbal optimistis Kabupaten Bandung masih memiliki peluang besar untuk terus tumbuh. Ia menyebut sektor industri kreatif menjadi salah satu kekuatan utama Kabupaten Bandung yang harus terus dikembangkan.

Berdasarkan data pertumbuhan ekonomi tahun 2025, Kabupaten Bandung mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,32 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,11 persen.

“Artinya Kabupaten Bandung dengan segala potensi yang ada masih bisa terus bertumbuh dan mempertahankan pertumbuhan ekonominya. Salah satu fokus kami ke depan adalah mendorong industri kreatif agar sumber daya manusia dan sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Bandung bisa dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengembangan industri kreatif juga menjadi langkah penting agar pertumbuhan ekonomi daerah tidak hanya bertumpu pada sektor konvensional, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan peluang usaha baru bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Iqbal menegaskan bahwa Kadin Kabupaten Bandung tidak bisa bekerja sendiri dalam mewujudkan visi tersebut. Oleh karena itu, konsep kolaboratif yang diusung akan mengedepankan sinergi antara dunia usaha, pemerintah, komunitas, akademisi, hingga seluruh pemangku kepentingan lainnya.

“Kadin tidak bisa sendiri. Karena konsep Kadin Kolaboratif ini adalah bagaimana kita bisa bersinergi dengan banyak pihak, pemerintah, komunitas, dan stakeholder lainnya. Dengan kebersamaan itu kita bisa memberikan rekomendasi kebijakan yang baik untuk pemerintah dan tentunya berdampak positif bagi masyarakat,” pungkasnya.

 

 

Reporter : Yun.s

 

 

Q Jabar

spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini