Kota Tasikmalaya, Qjabar – Bertempat di Ballroom Hotel Santika dibilangan Yudanegara Cihideung Kota Tasikmalaya Assosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Cabang Priangan Timur mengadakan Pelantikan Pengurus dan Seminar Perumahsakitan dengan tema ” Rumah Sakit Masa Kini : Peluang, Tantangan dan Strategi Pengembangan
ARSSI Priangan Timur berkolabprasi dengan PERSSI sudah 2 periode dan kita berupaya untuk menjadi wadah bagi Rumah Sakit ataupun semua stakeholder kesehatan di Priangan Timur supaya kita bisa membentuk kesehatan layanan yang maksimal artinya bisa memberikan pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat.
Baca juga Ini Yang Dikatakan Ketua DPC PAN Kota Tasikmalaya Pada Pembukaan Seminar PUAN
Program yang pertama kita harus FGD atau sharing karena Rumah Sakit satu dengan lainnya pasti punya sumber daya yang berbeda-beda, organisasi yang berbeda-beda kita bisa sharing saling menguatkan serta bisa kita bahas dan terapkan secara bersama-sama dan untuk pelayanan yang lebih baik lagi.
Disinggung masalah tantangan kedepan dr Kamal mengatakan tantangan yang paling utama untuk saat ini adalah regulasi yang sangat masiv dari Pemerintah.
Baca juga Pemerintah Tasikmalaya Dorong Kenaikan Derajat Pendidikan Lewat Bantuan Mahasiswa Tidak Mampu
Dan pihak Rumah Sakit harus adaftif dengan cara kita bersatu dan tentunya berbagi informasi serta sharing. Tidak boleh ada persaingan yang tidak sehat dan kuncinya harus tetap berkolaborasi.
Baca juga Pusdikmin Bandung Gelar Seminar PKN II, Isu Ketahanan Pangan Jadi Fokus Utama
Rumah Sakit Swasta jelas tumbuh dan berkembang sangat pesat di Priangan Timur ini terbukti dengan adanya pembangunan Rumah Sakit Swasta baru JHC dan Hermina. Dan kedepan akan ada Rumah Sakit Swasta yang baru dan berfungsi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan Pemerintah daerah tentunya.
Harapan kami kedepan Rumah Sakit Swasta ini bisa berkolaborasi dengan semua unsur diantaranya dengan Pemerintah Daerah, Rumah Sakit- Rumah Sakit Daerah lainnya dan juga Profesi-profesi lainnya dan juga dengan masyarakat, dikarenakan masyarakat awam terhadap regulasi.
Reporter : Irfan









