Pemerintah Tasikmalaya Dorong Kenaikan Derajat Pendidikan Lewat Bantuan Mahasiswa Tidak Mampu

Kabupaten Tasikmalaya, QJabar, — Dinas Sosial PPKBP3A Kabupaten Tasikmalaya melalui Bidang Perlindungan Jaminan Sosial melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelaporan Pertanggungjawaban bagi mahasiswa calon penerima Bantuan Sosial Pendidikan Mahasiswa Tidak Mampu Tahun 2025.

Kegiatan berlangsung pada Senin, 24 Desember 2025 di aula pendopo baru Kabupaten Tasikmalaya.

Cecep Nurul Yakin Bupati Tasikmalaya menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memastikan mahasiswa dapat menyusun laporan pertanggungjawaban dengan benar. “Bantuan pendidikan ini adalah amanah. Laporan yang transparan dan akuntabel menjadi kunci agar penyaluran bantuan tepat sasaran,” ujarnya dalam sambutan.

Selain memberikan pemahaman teknis, Bimtek ini juga diharapkan menumbuhkan kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya akuntabilitas. Penyelenggara menekankan bahwa bantuan pendidikan bukan sekadar dukungan finansial, melainkan investasi sosial yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab.

Kabid Perlindungan Jaminan Sosial PPKBP3A Kabupaten Tasikmalaya  Deden Kurnia, menyampaikan bahwa bimtek ini bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai tata cara pelaporan pertanggungjawaban setelah bantuan disalurkan. Para peserta, menurutnya, dapat memahami materi yang disampaikan tanpa kendala berarti.

“Kami memberikan bimtek terkait pelaporan pertanggungjawaban bagi mahasiswa penerima bantuan. Setelah pemaparan umum, seluruh peserta memahami apa saja yang wajib dilakukan. Mereka diberi waktu dua minggu ke depan untuk menyampaikan laporan, dengan tenggat hingga (5/12)” jelas Deden.

Pada tahun ini, terdapat 351 mahasiswa yang ditetapkan sebagai penerima bantuan sosial pendidikan. Seluruhnya merupakan mahasiswa dari keluarga kurang mampu, dengan prioritas pada rumah tangga desil 1 hingga desil 5. Penerima berasal dari beragam desa di Kabupaten Tasikmalaya, meski masih ada beberapa desa yang belum mengirimkan calon penerima.

“Ke depan kami akan meningkatkan pendekatan dan koordinasi dengan pemerintah kecamatan agar pendataan calon penerima lebih merata,” tambahnya.

Deden berharap bantuan ini dapat digunakan sesuai peruntukannya, sehingga mampu meringankan beban biaya pendidikan mahasiswa selama menjalani perkuliahan.

Program bantuan sosial pendidikan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam meningkatkan kualitas dan kesempatan pendidikan bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu.

“Bantuan sosial ini adalah wujud perhatian pemerintah daerah untuk meningkatkan derajat pendidikan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya. Kami berharap bantuan ini benar-benar memberi dampak dan mendukung kelancaran studi para mahasiswa,” ujar Deden.

Sejumlah mahasiswa menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka menilai Bimtek membantu memahami prosedur administratif yang sebelumnya dianggap rumit. “Dengan penjelasan yang detail, kami jadi tahu langkah-langkah yang harus dilakukan agar laporan sesuai aturan,” ungkap salah seorang peserta. Tutupnya. (Masdar)

 

 

Nasional

Kenang Jasa Ulama, Ribuan Santri Tasikmalaya Bawa Foto Pendiri Pesantren saat Kirab HSN

Kab. Tasikmalaya, QJabar — Ribuan santri dari berbagai pondok...

HUT ke-62 Golkar, DPD Kota Tasikmalaya Gelar Upacara Penghormatan di TMP

Kota Tasikmalaya Qjabar – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan...

Wamendagri Bima Arya: KDKMP Bukan Toko Ritel, Melainkan Infrastruktur Pemerintah untuk Penyaluran Barang Subsidi

Kabupaten Bandung Qjabar - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri)...

Mendagri Minta Pemda Perkuat Peran Diskominfo dalam Komunikasi Strategis dan Efektivitas Kebijakan Publik

Jakarta Qjabar – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito...

Karang Taruna Kabupaten Bandung Bahas Permensos Nomor 9 Tahun 2025 dan Refleksi 66 Tahun

Kabupaten Bandung Qjabar – Karang Taruna Kabupaten Bandung menggelar...

Ragam Berita

Berita Terbaru

Popular Categories

Birokrasi