TASIKMALAYA, Qjabar — Memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, PAC PDI Perjuangan Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, menggelar pendidikan politik yang dikemas melalui aksi sosial di kawasan Argasari–Cilembang. (30/08//2026)
Kader bersama masyarakat bergotong royong membersihkan Tempat Pemakaman Umum (TPU), menanam pohon, serta memberikan santunan kepada warga.
Kegiatan dipimpin Ketua PAC PDI Perjuangan Cihideung, Endang Yuhana, bersama jajaran pengurus dan kader, termasuk Bendahara PAC Wisnu Komara.
Turut hadir Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya Dodo Rosada, Sekretaris DPC Myftah Farid, Bendahara DPC Eti Guspitawati, serta jajaran pengurus lainnya.
Endang Yuhana mengatakan pendidikan politik tidak cukup hanya dilakukan melalui teori, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pendidikan politik jangan hanya berhenti di ruang pertemuan. Kader harus hadir, melihat kondisi masyarakat, memahami kebutuhannya, dan ikut bekerja bersama. Gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan dan membantu sesama merupakan bagian dari pendidikan politik,” ujar Endang.
Bendahara PAC PDI Perjuangan Cihideung, Wisnu Komara, menambahkan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian kader terhadap masyarakat.
“Membersihkan TPU, menanam pohon dan memberikan santunan bukan sekadar kegiatan seremonial. Kami ingin hadir bersama masyarakat dan memberikan manfaat, sekaligus menjaga semangat gotong royong,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya, Dodo Rosada, mengatakan semangat kemerdekaan harus diisi dengan kepedulian dan kerja nyata.
“Pendidikan politik juga harus membangun kesadaran kader bahwa ada tanggung jawab sosial di tengah masyarakat. Karena itu, kader harus mau turun, mendengar dan bekerja bersama warga. Semangat kemerdekaan akan lebih bermakna ketika diwujudkan melalui kepedulian dan kebersamaan,” ujar Dodo.
Kegiatan di Argasari–Cilembang tersebut menjadi bagian dari upaya PAC PDI Perjuangan Cihideung mendekatkan pendidikan politik dengan kehidupan masyarakat.
Pendidikan politik tidak hanya disampaikan, tetapi dipraktikkan melalui gotong royong, kepedulian lingkungan dan berbagi dengan sesama.
Reporter : AR A





