BerandaBirokrasi13 Tim Batak se-Jawa Barat Tumpah Ruah di Tasikmalaya! Marsada Tournament III...

13 Tim Batak se-Jawa Barat Tumpah Ruah di Tasikmalaya! Marsada Tournament III Jadi Panggung Persaudaraan

Date:

Berita Terkini

Owner DJ ARENA SMS Dukung Festival Burung, Enam Tahun Gibas Kepemimpinan Waris Makin Semarak

Tasikmalaya, QJabar – Peringatan enam tahun kepemimpinan Waris sebagai...

Enam Tahun Pimpin GIBAS Tasikmalaya, Waris Gelar Festival Burung Berkicau Berhadiah Enam Motor

Kabupaten Tasikmalaya, QJabar – Peringatan enam tahun kepemimpinan Waris...

KARTA Keluarga 7 Gebrak Cikambuy Tengah dengan Lomba Meriah

KABUPATEN BANDUNG Qjabar — Semarak peringatan Hari Ulang Tahun...

HUT ke-81 RI, PWRI Tasikmalaya Tegaskan Pers Harus Independen dan Bertanggung Jawab

Kabupaten Tasikmalaya, QJabar – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT)...

Karang Taruna Keluarga 7 Bikin HUT RI Makin Meriah

KABUPATEN BANDUNG Qjabar — Semarak peringatan Hari Ulang Tahun...
spot_imgspot_img

TASIKMALAYA, Qjabar –  Bukan sekadar adu gol dan perebutan trofi. Mayasari Sport Hall, Kota Tasikmalaya, menjadi panggung persaudaraan masyarakat Batak se-Jawa Barat dalam gelaran Marsada Tournament Vol. III. (16 /8/2026)

Sebanyak 13 tim dari berbagai wilayah Jawa Barat hadir dan bertanding dalam turnamen futsal tahunan tersebut. Mereka datang membawa nama daerah masing-masing, tetapi dipersatukan oleh semangat persahabatan dan persaudaraan di tanah perantauan.

Mulai dari Tasikmalaya, Bandung, Karawang, Karangnunggal, Cikarang hingga Majalengka, para peserta bertemu dalam kompetisi yang berlangsung sengit di lapangan, namun tetap mengedepankan suasana kekeluargaan.

Mengusung tema “Partongah Marhite Parsahabat”, Marsada Tournament Vol. III menjadi ruang perjumpaan masyarakat Batak lintas marga sekaligus momentum memperkuat tali silaturahmi.

Ketua Panitia Marsada Tournament Vol. III, Darman Hutasoit, menegaskan bahwa kemenangan bukan satu-satunya tujuan yang ingin dicapai melalui turnamen tersebut.

Menurut Darman, Marsada sejak awal dibangun sebagai wadah untuk mempererat hubungan masyarakat Batak dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Target utama kegiatan ini adalah untuk mempererat tali persaudaraan dan silaturahmi sesama masyarakat adat Batak se-Jawa Barat. Persaudaraan ini dibentuk dari kerja sama tim di lapangan, bukan secara individual,” ujar Darman.»

Ia berharap Marsada Tournament dapat terus berlangsung dan berkembang menjadi agenda yang semakin besar. Bahkan, peluang membawa turnamen tersebut ke tingkat nasional tetap terbuka.

Untuk tingkat nasional, kami belum berpikir ke sana secara khusus. Namun, jika memang diizinkan oleh Tuhan, kami tentu sangat siap,” katanya.»

Dukungan terhadap kegiatan tersebut turut disampaikan Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Fraksi PDI Perjuangan, Kepler Sianturi, yang hadir langsung menyaksikan jalannya pertandingan.

Kepler mengapresiasi kerja keras panitia yang berhasil mempertemukan perwakilan masyarakat Batak dari berbagai wilayah di Jawa Barat.

Saya mengapresiasi adik-adik panitia Marsada yang luar biasa bisa mengumpulkan perwakilan daerah di Tasikmalaya. Pemuda Suku Batak ternyata punya kompetensi dan kemampuan bermain futsal yang luar biasa,” ujar Kepler.»

Bung Karno pernah berkata, ‘Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.’ Hari ini saya melihat lebih dari 10 pemuda Batak di Tasikmalaya bersatu membentangkan kebaikan untuk Jawa Barat.

Sebagai bentuk dukungan, Kepler juga menyampaikan komitmennya untuk mendorong dukungan penganggaran daerah pada Tahun Anggaran 2027 guna mendukung penyelenggaraan Marsada Tournament berikutnya.

Sebanyak 13 tim tampil memperebutkan total hadiah Rp20 juta. Hadiah tersebut terdiri atas Juara 1 Rp10 juta, Juara 2 Rp5 juta, Juara 3 Rp3 juta, serta penghargaan Best Player dan Top Scorer yang masing-masing mendapatkan Rp1 juta.

Persaingan pun berlangsung sengit. Setiap tim berusaha menunjukkan kemampuan terbaik demi membawa pulang gelar juara. Namun, di balik panasnya pertandingan terdapat pesan yang jauh lebih kuat.

Saat peluit berbunyi, mereka adalah lawan. Ketika pertandingan selesai, mereka kembali menjadi saudara. Itulah semangat yang ingin dibangun melalui Marsada Tournament Vol. III.

Bagi masyarakat Batak di tanah perantauan, kemenangan bukan semata-mata tentang siapa yang mengangkat trofi. Lebih dari itu, bagaimana sebuah kompetisi mampu mempertemukan banyak orang dan menjaga persaudaraan tetap hidup.

Marsada Tournament Vol. III pun membuktikan bahwa futsal bisa menjadi lebih dari sekadar olahraga. 13 tim datang membawa ambisi untuk menang. Tetapi persaudaraan menjadi kemenangan yang ingin dibawa pulang bersama.

Dari Tasikmalaya untuk Jawa Barat, Marsada kembali menegaskan satu pesan: Berbeda marga, berbeda daerah, berbeda tim—tetap satu dalam persahabatan dan persaudaraan.

Reporter: AR A

Q Jabar

spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini