Kabupaten Bandung Qjabar – Gerakan Bersama Pengumpulan Biji Tanaman Kayu Keras merupakan inisiatif dari bupati bandung H.Dadang Supriatna melalui Dinas pendidikan Kabupaten Bandung kegiatan tersebut untuk mencegah banjir dan longsor melalui reboisasi lahan kritis, Program ini melibatkan sekolah-sekolah dasar dan menengah, dengan siswa diinstruksikan mengumpulkan minimal 5 biji per orang dalam kantong berlabel.
Dikatakan Kadisdik kabupaten Bandung Asep Kusumah Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung mengeluarkan Surat Edaran Nomor 100.3.4.4/4876-Disdik/2025 tanggal 17 Desember 2025 sebagai tindak lanjut arahan Bupati Bandung untuk konservasi lingkungan, Surat edaran ini memerintahkan pelaksanaan serentak di seluruh sekolah negeri dan swasta di wilayah tersebut.
Baca juga : Sah! Pemkab Bandung Rekomendasikan Kenaikan UMK 2026, UMSK Segera Dikaji
Jumlah biji-bijian yang terkumpul telah mencapai lebih dari tiga juta lima ratus ribu butir. “Ada berbagai jenis tanaman keras, mulai dari kayu seperti mala, mahoni, manglid, maranti, hingga buah-buahan seperti nangka, durian, rambutan, dan mangga. Alhamdulillah, biji-bijian ini sudah terkumpul dan sekarang lagi dipilah serta dipacking untuk mempermudah identifikasi dan pengelompokan dalam proses penebaran,” ujarnya.
Inisiatif ini mendukung pelestarian keanekaragaman hayati, mitigasi bencana, dan pendidikan lingkungan di tingkat komunitas desa serta sekolah, Sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah , program serupa memperkuat gerakan penghijauan berkelanjutan.
Biji bisa dari kayu-kayuan keras atau buah-buahan yang mendukung pencegahan banjir dan longsor, prioritas tanaman berakar kuat untuk lahan terbuka.
Gerakan Bersama Pengumpulan Biji Tanaman Kayu Keras di Kabupaten Bandung diharapkan mencegah banjir dan longsor melalui reboisasi lahan kritis. Inisiatif ini juga membangun kesadaran lingkungan di kalangan siswa sejak dini.
Baca juga : Kapolri Apresiasi Komunitas Ojol sebagai Mitra Kamtibmas dan Penggerak Ekonomi Masyarakat
Program melibatkan murid SD dan SMP untuk belajar peduli alam melalui aksi nyata, seperti mengumpul biji kayu keras. Ini mendukung konservasi berkelanjutan dan partisipasi komunitas desa dalam penghijauan.
Reporter : Yun.s










