Kabupaten Bandung Qjabar – Air merupakan sumber kehidupan, para santri dan warga kampung maruyung sangat berharap ada lembaga yg bisa memfasilitasi terbangunnya sumur bor.
Setelah asesmen pada akhir bulan Oktober 2025, berkat dukungan dari para donatur proses pengerjaan sumur bor titik ke 16 sudah di mulai, sejak 4 hari lalu dengan kedalaman 25 meter.
Tim Manajemen BMH melakukan monitoring pada hari Kamis, 24 Desember 2025, ke Pesantren Syifausalam yang berlokasi di kampung maruyung Desa Maruyung Kec. Pacet Kab Bandung.
Baca juga : BMH bersama Pegadaian Syariah Gelar Agenda Khitanan Berkah Nusantara, Di Bandung
Program penyediaan air bersih melalui pembuatan Sumur Bor merupakan bukti nyata kepedulian BMH dalam dan ke agamaan,
sumur bor titik ke-16 resmi dibangun di Pondok Pesantren Syifausalam, yang berlokasi di Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Pembangunan sumur bor ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air bersih para santri dan pengelola pesantren, sekaligus mendukung aktivitas ibadah, pendidikan, dan kebutuhan sehari-hari di lingkungan pondok. Proses pengeboran dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi geografis serta kedalaman sumber air yang memadai agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Baca juga : Kadisdik Kab.Bandung Asep Kusumah 3,5 Juta Biji Bijian Terkumpul Demi Selamatkan Hutan
Pihak pengelola Pondok Pesantren Syifausalam menyambut baik realisasi sumur bor titik ke-16 ini. Keberadaan fasilitas air bersih dinilai sangat membantu, terutama dalam meningkatkan kenyamanan dan kesehatan para santri. Selain itu, sumur bor ini diharapkan dapat menjadi solusi atas keterbatasan akses air bersih yang sebelumnya kerap dialami, khususnya saat musim kemarau.
Dengan terealisasinya pembangunan sumur bor ini, diharapkan manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari upaya nyata dalam mendukung kesejahteraan lembaga pendidikan keagamaan di wilayah Kabupaten Bandung.
Reporter : A Juhana










