Kopri Kabupaten Tasikmalaya angkat Bicara: Grooming dan Ekspolitasi, Manipulasi Psikologis yang Merusak Masa Depan Anak

Tasikmalaya, QJabar – Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Kabupaten Tasikmalaya angkat bicara terkait maraknya praktik grooming serta konten digital yang dinilai mengeksploitasi anak dan remaja.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul mencuatnya kasus di Tasikmalaya yang melibatkan seorang konten kreator, yang diduga memanfaatkan relasi kuasa untuk melakukan praktik grooming. Fenomena ini dinilai sebagai bentuk manipulasi psikologis yang berpotensi merusak masa depan anak dan remaja.

Ketua KOPRI Kabupaten Tasikmalaya, Neneng Siti Najiah, menjelaskan bahwa grooming merupakan proses manipulasi yang dilakukan secara bertahap, dengan membangun kedekatan emosional dan kepercayaan korban sebelum terjadinya eksploitasi.

“Pelaku biasanya memulai pendekatan yang terlihat wajar, seperti memberi perhatian berlebihan, pujian, hingga hadiah. Anak kemudian merasa dihargai dan diperhatikan, padahal di balik itu terdapat tujuan yang berbahaya,” ujar Neneng kepada QJabar, Sabtu (24/1/2026).

Menurutnya, eksploitasi terhadap anak tidak hanya terjadi secara langsung, tetapi juga melalui ruang digital. Ia menyoroti praktik konten kreator yang menjadikan anak sebagai objek konten tanpa mempertimbangkan dampak psikologis maupun keselamatan anak.

“Ada konten digital yang secara tidak sadar menormalisasi relasi tidak sehat dan membuka ruang terjadinya grooming. Anak belum memiliki kapasitas untuk memberikan persetujuan secara sadar, sementara paparan publik yang berlebihan bisa berdampak jangka panjang,” tegasnya.

Neneng juga menyebut bahwa praktik grooming kerap berlangsung tanpa disadari, baik oleh korban maupun lingkungan sekitar. Namun, belakangan ini korban mulai berani menyuarakan pengalaman mereka.

Meningkatnya kesadaran publik, salah satunya dipicu oleh viralnya buku Broken Strings, yang membuka ruang diskusi tentang pengalaman korban dan dampak manipulasi psikologis.

“Keberanian korban untuk speak up merupakan langkah penting dalam memutus rantai kekerasan dan manipulasi,” lanjutnya.

KOPRI Kabupaten Tasikmalaya turut menyoroti peran media sosial yang kerap dimanfaatkan pelaku untuk mendekati korban. Maraknya penggunaan relasi kuasa di ruang digital, ditambah minimnya literasi digital dan lemahnya pengawasan, dinilai semakin memperbesar risiko grooming, khususnya terhadap anak dan remaja.

“Anak bukan komoditas konten. Ketika anak diekspos demi popularitas atau keuntungan, itu sudah termasuk bentuk eksploitasi,” tegas Neneng.

Sebagai langkah pencegahan, KOPRI mendorong peningkatan literasi digital di masyarakat, penguatan edukasi bagi orang tua dan anak, serta peran aktif pemerintah dalam menegakkan regulasi perlindungan anak di ruang digital.

Selain itu, KOPRI juga meminta aparat penegak hukum serta platform media sosial untuk bersikap tegas terhadap konten yang mengeksploitasi anak dan berpotensi mengandung unsur grooming.

KOPRI Kabupaten Tasikmalaya menegaskan komitmennya untuk terus melakukan advokasi dan edukasi guna mewujudkan ruang digital yang aman dan ramah anak, serta melindungi generasi muda dari segala bentuk kekerasan dan manipulasi psikologis. (masdar)

Nasional

Kenang Jasa Ulama, Ribuan Santri Tasikmalaya Bawa Foto Pendiri Pesantren saat Kirab HSN

Kab. Tasikmalaya, QJabar — Ribuan santri dari berbagai pondok...

HUT ke-62 Golkar, DPD Kota Tasikmalaya Gelar Upacara Penghormatan di TMP

Kota Tasikmalaya Qjabar – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan...

Wamendagri Bima Arya: KDKMP Bukan Toko Ritel, Melainkan Infrastruktur Pemerintah untuk Penyaluran Barang Subsidi

Kabupaten Bandung Qjabar - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri)...

Mendagri Minta Pemda Perkuat Peran Diskominfo dalam Komunikasi Strategis dan Efektivitas Kebijakan Publik

Jakarta Qjabar – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito...

Karang Taruna Kabupaten Bandung Bahas Permensos Nomor 9 Tahun 2025 dan Refleksi 66 Tahun

Kabupaten Bandung Qjabar – Karang Taruna Kabupaten Bandung menggelar...

Ragam Berita

Dukung Digitalisasi Pesantren, BI Pusat Hibahkan Komputer untuk SD Lukmanul Hakim Binaan BMH Cirebon

CIREBON Qjabar – Komitmen mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan...

Kepala Desa Kopo Entang Suryana Ajak Warga Peduli Lingkungan, Beri Contoh dengan Aksi Nyata

Kabupaten Bandung Qjabar - Kepala Desa Kopo, Kecamatan Kutawaringin,...

Musim Hujan Mengancam, Kapolsek Katapang Siagakan TNI-Polri dan Forkopimcam Antisipasi Banjir

KATAPANG, Qjabar – Menghadapi meningkatnya curah hujan yang mulai...

Bersama Pesantren, BMH Jabar Resmikan Penanaman Bibit Alpukat di Soreang

Kabupaten Bandung Qjabar – Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan...

DPC Grib Jaya Purwakarta, Menyambut Sumpah Pemuda Dengan menggelar Khitanan Masal

Purwakarta Qjabar - Khitanan masal yang diselenggarakan DPC Gerakan...

Berita Terbaru

Popular Categories

Birokrasi

KDS Kukuhkan Pengurus FKBS Periode 2026–2030, Perkuat Gerakan Kabupaten Sehat

KABUPATEN BANDUNG Qjabar  – Bupati Bandung, Dadang Supriatna, mengukuhkan kepengurusan Forum Kabupaten Bandung Sehat (FKBS) Kabupaten Bandung periode 2026–2030 sekaligus menghadiri rapat koordinasi bersama...