Bandung Barat Qjabar – Yayasan Cahaya Pejuang Peradaban bekerja sama dengan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) dan Sekolah Trainer menggelar kegiatan *Training Parenting* bertema *“Mendidik Tidak Bisa Mendadak”*, yang berlangsung di Aula H. Atang Syahidin, Pesantren Pertanian At-Taqwa Hidayatullah KBB, Senin (13/04).
Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 100 peserta yang berasal dari empat lembaga pendidikan anak usia dini di Desa Cimanggu, yaitu SPS Insan Kamil, SPS Miftahul Ilmu, dan Ar-Rohmah, serta para wali santri. Turut hadir pula perangkat Desa Cimanggu dan ibu-ibu PKK yang memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.
Pembina Yayasan, Ustadz Asep Juhana, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendidikan anak tidak dapat dilakukan secara instan. Ia menekankan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama dalam pembentukan karakter anak. Menurutnya, rumah harus menjadi madrasah pertama yang menghadirkan keteladanan, kasih sayang, dan pembinaan yang berkesinambungan.
“Pendidikan tidak cukup hanya di sekolah. Orang tua memiliki peran besar dalam membentuk kepribadian dan masa depan anak,” ujarnya.
Baca juga : “Datang Bawa Aspirasi, Pulang dengan Kecewa: GIBAS Soroti Dugaan Anggaran di Pemkab”
Sementara itu, Ketua Yayasan Cahaya Pejuang Peradaban, Affan Fallas, menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta serta dukungan dari berbagai pihak. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan keluarga di tengah masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam ini berjalan dengan lancar dan penuh interaksi. Para peserta terlihat aktif mengikuti setiap sesi, menunjukkan tingginya kepedulian terhadap pentingnya pola asuh yang tepat bagi anak.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara lembaga pendidikan dan keluarga dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia.
Reporter : A juhana










