BerandaBirokrasiLestarikan Budaya Sunda, KDS Tantang Kadisbud Gelar Festival Seni 3 Episode

Lestarikan Budaya Sunda, KDS Tantang Kadisbud Gelar Festival Seni 3 Episode

Date:

Berita Terkini

KDS Sambut Program 3 Juta Rumah, Pemkab Bandung Siap Perkuat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat

KABUPATEN BANDUNG Qjabar – Pemerintah Kabupaten Bandung menegaskan komitmennya...

Bukan Cuma Soal Angka PAD, TPI Uji Manajemen Pajak Bapenda Kota Tasikmalaya

TASIKMALAYA,Qjabar -  Rencana aksi unjuk rasa yang sedianya akan...

Ribuan Anak Meriahkan Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 di Kabupaten Bandung

KABUPATEN BANDUNG Qjabar – Pemerintah Kabupaten Bandung memperingati Hari...

KDS Hadiri Audiensi dengan Wakil Ketua DPR RI, Bahas Tantangan Pembangunan Daerah

JAKARTA Qjabar – Ketua Harian Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh...
spot_imgspot_img

KABUPATEN BANDUNG Qjabar – Pemerintah Kabupaten Bandung terus memperkuat upaya pelestarian seni dan budaya Sunda melalui pendidikan, pengembangan ekosistem kebudayaan, serta kolaborasi dengan komunitas seni dan budaya. Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Bandung, Dadang Supriatna saat menghadiri Pagelaran Seni Budaya Sunda se-Jawa Barat yang diselenggarakan Paguyuban Seniman dan Seniwati Pasundan (PSSP) di Kabupaten Bandung.

Bupati yang akrab disapa KDS itu menyampaikan apresiasi atas konsistensi PSSP dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya Sunda di tengah arus modernisasi.

Baca juga : Emma Dety Dorong Inovasi Kriya dan Wastra Kabupaten Bandung di Ajang Nasional

“Jawa Barat memiliki kekayaan seni dan budaya yang luar biasa. Setiap kabupaten dan kota memiliki karakteristik budaya masing-masing. Salah satunya Kabupaten Bandung yang memiliki kesenian wayang golek sebagai warisan budaya yang harus terus dilestarikan,” ujar KDS.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya melalui pertunjukan seni, tetapi harus menjadi bagian dari proses pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bandung mewajibkan Bahasa dan Budaya Sunda sebagai muatan lokal di jenjang SD dan SMP.

“Di Kabupaten Bandung, Bahasa dan Budaya Sunda menjadi muatan lokal yang wajib dipahami peserta didik. Ini merupakan bagian dari upaya membangun karakter generasi muda agar mengenal dan mencintai budaya daerahnya sendiri,” katanya.

KDS juga mengajak PSSP untuk berkolaborasi dengan dunia pendidikan dalam memperluas edukasi budaya kepada para pelajar. Dengan sekitar 1.600 sekolah yang ada di Kabupaten Bandung, ia melihat peluang besar untuk memperkuat pengenalan bahasa, sastra, dan seni budaya Sunda kepada generasi penerus.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kebudayaan, Pemkab Bandung telah menghadirkan Dinas Kebudayaan yang berdiri secara mandiri. Ke depan, pemerintah daerah juga akan memperluas ruang ekspresi bagi para pelaku seni melalui penyelenggaraan festival budaya yang lebih masif.

“Saya menantang Kepala Dinas Kebudayaan untuk membuat program yang lebih masif. Insyaallah setelah semester kedua dan APBD Perubahan 2026, kita akan melaksanakan Festival Seni dan Budaya dalam tiga episode, yakni pada Agustus, Oktober, dan akhir tahun 2026,” tegasnya.

Festival tersebut diharapkan menjadi wadah bagi para seniman dan seniwati untuk menampilkan karya terbaiknya sekaligus memperkuat ekosistem kebudayaan di Kabupaten Bandung dan Jawa Barat.

Selain itu, KDS mengungkapkan bahwa Pemkab Bandung tengah menyiapkan sinergi antara sektor kebudayaan dan pariwisata untuk meningkatkan daya tarik daerah sekaligus memperluas ruang tumbuh bagi seni budaya Sunda.

“Kita ingin budaya Sunda tetap eksis. Karena itu ke depan akan ada kolaborasi antara sektor pariwisata dan kebudayaan sehingga potensi seni budaya dapat berkembang lebih luas,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan pentingnya kaderisasi sebagai langkah strategis menjaga keberlangsungan seni dan budaya Sunda di masa depan. Menurutnya, generasi muda harus diberikan ruang dan kesempatan untuk belajar, berkarya, serta melanjutkan estafet pelestarian budaya.

“Generasi muda harus dipersiapkan. Harus ada kaderisasi dan pewarisan nilai-nilai budaya secara berkelanjutan agar seni budaya Sunda tetap hidup dan berkembang,” katanya.

KDS juga mengajak seluruh seniman dan seniwati untuk turut menanamkan nilai-nilai budaya Sunda melalui kepedulian terhadap lingkungan.

“Saya titip kepada seluruh seniman dan seniwati, kalau kita sayang dengan budaya Sunda, kalau kita mau melestarikan budaya Sunda, maka jangan lupa bersih-bersih di lingkungan masing-masing. Dengan lingkungan yang bersih kita akan sehat, dan dengan tubuh yang sehat kita akan lebih berkualitas dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujarnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas budaya, lembaga pendidikan, dan masyarakat, pelestarian budaya Sunda diharapkan terus berkembang sebagai bagian penting dalam memperkuat identitas daerah sekaligus mendukung terwujudnya Kabupaten Bandung yang BEDAS menuju Indonesia Emas 2045.

 

(Humas Pemkab Bandung – Diskominfo)

 

Reporter : Yun.s

 

Q Jabar

spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini