BerandaDaerahLongsor Terjang Kampung Naga Tasikmalaya, Dua Hektare Lahan Pertanian Tertimbun

Longsor Terjang Kampung Naga Tasikmalaya, Dua Hektare Lahan Pertanian Tertimbun

Date:

Berita Terkini

Mensos Apresiasi Langkah Cepat KDS Wujudkan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bandung

Jakarta Qjabar - Bupati Bandung Dadang Supriatna memastikan pembangunan...

Persiapan Capai 95 Persen, Pemkab Bandung Pastikan Si Jalak Harupat Siap Sambut Piala Presiden 2026

KAB BANDUNG Qjabar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menyatakan...

KDS Instruksikan OPD dan PDAM Bergerak Cepat Atasi Dampak Kekeringan

KABUPATEN BANDUNG Qjabar – Pemerintah Kabupaten Bandung bergerak cepat...

Gelar Rapat Paripurna Hari Jadi, DPRD Purwakarta Bahas Jati Diri Daerah

Kabupaten Purwakarta, Qjabar - Gedung Dewan Ciganea tampak penuh...
spot_imgspot_img

Kabupaten Tasikmalaya, QJabar – Tebing longsor terjadi di Kampung Naga, RT 001/RW 001, Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 15.50 WIB. Material longsoran menimbun area pertanian warga seluas kurang lebih dua hektare hingga menyebabkan gagal tanam dan gagal panen.

Berdasarkan laporan Relawan Penanggulangan Bencana Kecamatan Salawu, selain merusak lahan pertanian, material tanah juga menutup saluran air atau parit di sekitar lokasi kejadian.

Longsor terjadi di wilayah perbatasan Desa Neglasari dan Desa Nangtang, Kecamatan Salawu. Meski menimbulkan kerugian pada sektor pertanian, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

Berdasarkan informasi sementara, longsor diduga dipicu oleh guncangan gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,0 yang terjadi pada Minggu (19/7/2026) pukul 15.11 WIB. Gempa tersebut berpusat sekitar 79 kilometer barat daya Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dengan kedalaman 23 kilometer, sebagaimana data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya langsung melakukan kaji cepat dan verifikasi lapangan untuk memutakhirkan data dampak bencana sebagai dasar penanganan lebih lanjut.

 

BPBD juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan lereng dan tebing, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan, terutama jika terjadi gempa bumi maupun hujan dengan intensitas tinggi yang dapat memicu pergerakan tanah.

Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Tasikmalaya masih terus memantau kondisi di lokasi dan akan menyampaikan perkembangan terbaru apabila terdapat perubahan situasi di lapangan. (Day)

Sumber : BPBD Kabupaten Tasikmalaya

Q Jabar

spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini