Bandung Qjabar – Kolaborasi antara Museum Pendidikan Nasional Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan SMP Prima Cendekia Islami (PCI) Baleendah Kabupaten Bandung, terus diperkuat melalui program pembelajaran sejarah pendidikan yang berkesinambungan.
Setelah sebelumnya Museum Pendidikan Nasional UPI hadir langsung di SMP PCI melalui program Museum Goes to School pada Rabu, 19 Agustus 2026, kini giliran 83 siswa kelas 9 SMP PCI melakukan kunjungan edukatif ke Museum Pendidikan Nasional UPI, Kamis (22/10/2026).
Didampingi sembilan guru, rombongan siswa SMP PCI hadir di kampus Bumi Siliwangi dalam agenda rihlah ilmiah dengan mengusung tema: “Jejak Ilmu: Menjelajah Sains, Teknologi, dan Sejarah Pendidikan”. Kegiatan ini menghadirkan pembelajaran kontekstual melalui pengalaman langsung di luar ruang kelas, ungkap Ibu Abhelia Permatasari, S.Pd., M.Pd. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum.
Kegiatan ini memiliki makna khusus karena menjadi kelanjutan dari program edukasi museum yang sebelumnya telah dilaksanakan di lingkungan sekolah.
Jika pada Agustus lalu pihak museum mendatangi SMP PCI untuk memperkenalkan sejarah pendidikan kepada para siswa, pada Oktober ini para siswa memperoleh kesempatan untuk mendalami pengetahuan tersebut dengan mengunjungi langsung Museum Pendidikan Nasional UPI, ungkap ibu Abhel yang juga alumni S.2 dari UPI ini.
Kepala Museum Pendidikan Nasional UPI, Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd menyambut baik kehadiran para siswa SMP PCI di museum yang dipimpinnya. Kesinambungan program tersebut menjadi contoh kolaborasi antara sekolah dan museum dalam mengembangkan pembelajaran sejarah yang lebih interaktif, inspiratif, dan bermakna. Kunjungan ini sangat istimewa karena merupakan kelanjutan dari program Museum Goes to School yang kami laksanakan di SMP PCI pada 19 Agustus 2026. Ketika itu museum hadir di sekolah, dan hari ini para siswa datang langsung ke museum. Inilah bentuk kolaborasi pendidikan yang kami harapkan dapat terus berkembang.”
Menurut Prof. Leli, museum memiliki peran strategis sebagai pusat edukasi yang mampu menghubungkan generasi muda dengan perjalanan sejarah pendidikan bangsa.
“Kami berharap kolaborasi dengan SMP Prima Cendekia Islami dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lainnya. Museum harus semakin dekat dengan peserta didik, sehingga sejarah tidak hanya dipelajari melalui buku, tetapi juga dihayati melalui pengalaman langsung”, ungkap Prof. Leli.
Ketua Yayasan Pendidikan Prima Cendekia Islami, ibu Siti Komariah, Ph.D memandang kolaborasi SMP PCI dengan Museum Pendidikan Nasional UPI sebagai langkah penting dalam mengembangkan ekosistem pendidikan yang inovatif.
Menurutnya, proses pendidikan perlu memberikan ruang yang luas bagi para murid untuk belajar dari berbagai sumber pengetahuan, termasuk museum dan lembaga kebudayaan.
“Kolaborasi antara SMP Prima Cendekia Islami dan Museum Pendidikan Nasional UPI merupakan contoh nyata bahwa pendidikan harus dibangun melalui sinergi berbagai lembaga. Ketika museum hadir di sekolah dan kemudian siswa datang langsung ke museum, terbangun kesinambungan pembelajaran yang sangat baik. Anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman yang memperkaya wawasan dan membentuk cara berpikir mereka.” ungkap Ibu Siti yang juga Sekretaris Prodi Pendidikan Sosiologi UPI.
Kepala SMP PCI, Beni Saputro, S.Pd. M.Pd mengatakan: “Melalui kunjungan ini, kami ingin agar siswa tidak hanya mengetahui sejarah pendidikan dari buku pelajaran, tetapi juga memahami bagaimana pendidikan berkembang dari masa ke masa. Mereka dapat melihat langsung berbagai koleksi dan memperoleh pengalaman yang tidak selalu bisa didapatkan di dalam kelas.”
Ia berharap pengalaman tersebut dapat menumbuhkan kecintaan siswa terhadap ilmu pengetahuan sekaligus meningkatkan penghargaan terhadap jasa para pendidik.
Dalam kunjungan ke Museum Pendidikan Nasional UPI, para siswa memperoleh kesempatan untuk mengenal perjalanan sejarah pendidikan serta perkembangan sistem dan teknologi pembelajaran dari masa ke masa. Melalui kunjungan ini, siswa diharapkan dapat memahami bahwa pendidikan merupakan salah satu fondasi utama dalam membangun kemajuan bangsa, ungkap Beni Saputro.
Selain mengunjungi Museum Pendidikan Nasional UPI, para murid SMP PCI juga mengikuti rangkaian kunjungan edukatif ke Museum Geologi Bandung dan Orchid Forest Cikole, Lembang.
Ketiga destinasi tersebut dipilih untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang mengintegrasikan pengetahuan sains, sejarah pendidikan, perkembangan teknologi, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Di Museum Geologi, siswa diarahkan untuk mengenal sejarah bumi, berbagai fenomena geologi, dan perkembangan kehidupan.
Sementara di Orchid Forest Cikole, siswa memperoleh kesempatan untuk belajar mengenai lingkungan alam, keanekaragaman hayati, serta pentingnya menjaga kelestarian ekosistem.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, SMP Prima Cendekia Islami berupaya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan pembentukan karakter.
Reporter : Yun.s

