BerandaDaerahPelantikan Dan Raker Forum Pembaruan Kebangsaan ( FPK) Kota Tasikmalaya Masa Bakti...

Pelantikan Dan Raker Forum Pembaruan Kebangsaan ( FPK) Kota Tasikmalaya Masa Bakti 2025/2030

Date:

Berita Terkini

Jembatan Merah Putih Desa Pemekaran Diresmikan, Permudah Mobilitas Warga Dua Desa

Kabupaten Bandung, Qjabar – Jembatan Merah Putih yang menghubungkan...

Dies Natalis ke-59 SMP NESAC Diwarnai Aksi Donor Darah di Ciparay

Kabupaten Bandung, Qjabar.com – Dalam rangka memperingati Dies Natalis...

Kwartir Ranting Kutawaringin Sukses Gelar Upacara Hari Pramuka ke-65, Dukung Jambore Nasional 2026

Kabupaten Bandung, Qjabar – Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka...
spot_imgspot_img

Kota Tasik Qjabar – Pelantikan Pengurus Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK) Kota Tasikmalaya, periode 2025/2030, di Hotel Horison, Rabu lalu, 17 Desember 2025, Dihadiri oleh Walikota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan.

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan Menyampaikan solidaritas dan kebersamaan seluruh suku yang ada di Kota Tasikmalaya. Yakni kerukunan dan toleransi menjadi aset utama dalam membangun daerah.

“Seluruh Suku yang ada di Kota Tasikmalaya harus kita jaga terkait Solidaritas, kerukunan dan kebersamaan ini penting,” Singkat Dia.

Baca juga:Silaturahmi Pemkot Dengan Ormas/LSM se-Kota Tasikmalaya

Ketua FPK Syahrial Koto mengatakan
saat ini terdapat 15 suku yang hidup berdampingan secara rukun di Kota Tasikmalaya. Keberagaman tersebut, saat ini terjaga tanpa Polemik karena terikat dalam wadah silaturahmi FPK.

“Saat ini sudah ada 15 suku yang tergabung di FPK, berharap Suku lainnya juga dapat bergabung untuk semakin mempererat silaturahmi,”katanya Setelah pelantikannya sebagai Ketua FPK Kota Tasikmalaya periode 2025/2030.

Baca juga:Rotasi 30 Pejabat Pemkab Tasikmalaya, Dua Dinas Strategis Masih Tanpa Kepala Definitif

Sementara Warto menyampaikan juga dari 15 Suku yang tergabung di FPK tersebut antara lain Minang, Batak, Jawa, Manado, Ambon, Madura, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua, Nias, Palembang, Tionghoa, Arab, Sulawesi Selatan, dan Sunda. mampu menjaga ketentraman dan kerukunan antar Suku melalui peran FPK.

“Dengan adanya wadah ini, antar suku bisa saling mengenal, dan menjalin hubungan silaturahmi yang lebih erat lagi , bersama-sama menjaga kondusivitas lingkungan ” Pungkasnya.

Reporter : Tatang Hidayat

Q Jabar

spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini