TASIKMALAYA, Qjabar – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 di Kota Tasikmalaya ternyata tak hanya sekadar seremonial biasa. Ada satu momen magis yang sukses membuat seluruh peserta upacara di Halaman Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya, Jalan Letnan Harun, mendadak merinding berjamaah!
Di tengah prosesi upacara pengibaran bendera yang khidmat dan megah, sorotan utama tertuju pada sosok Imam Mulyana. Saat Sekretaris Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Tamansari ini melangkah ke depan untuk membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan, suasana lapangan mendadak hening.
Namun, begitu suara lantang dan tegasnya mulai menggemakan naskah bersejarah tersebut, atmosfer nasionalisme seketika pecah! Gema Proklamasi itu seakan membawa ingatan seluruh peserta upacara menembus ruang dan waktu kembali ke detik-detik kemerdekaan 1945, menciptakan getaran kebangsaan yang sangat kental dan menyentuh relung hati terdalam.
Ditemui seusai upacara, Imam Mulyana membagikan getaran emosionalnya. Dengan raut wajah penuh penjiwaan, ia menyuarakan pesan menohok tentang esensi kemerdekaan di usia Republik yang kini tak lagi muda.
“Ada rasa haru yang luar biasa menembus dada saat berdiri di sana. Usia ke-81 tahun bagi Indonesia ini adalah perjalanan panjang yang berdarah-darah. Mengumandangkan Proklamasi hari ini ibarat tamparan keras sekaligus pengingat bagi kita semua, bahwa kemerdekaan yang kita nikmati saat ini dibayar lunas dengan darah dan air mata para pahlawan bangsa!” ungkap Imam berapi-api.
Lebih lanjut, ia menegaskan pesan krusial: usia ke-81 tahun bukan lagi waktunya sekadar terjebak pada euforia perayaan tahunan.
“Kemerdekaan ini adalah jembatan emas. Di usia ke-81 tahun ini, tantangan bangsa jelas berbeda. Tugas kita sekarang, khususnya di Tasikmalaya, adalah mengisi kemerdekaan dengan merawat keberagaman, memperkuat gotong royong, dan memastikan keadilan sosial itu nyata dirasakan rakyat, bukan cuma jargon!” tegasnya.
Api nasionalisme dan komitmen kebangsaan yang berkobar itu turut diresapi dalam diam oleh jajaran tokoh yang berdiri tegap di barisan kehormatan. Peringatan sarat makna ini diikuti dengan kedisiplinan penuh oleh Dodo Rosada (Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya), Myftah Farid (Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya), Eti Guspitawati (Bendahara DPC PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya), serta kekompakan luar biasa dari jajaran anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Tasikmalaya.
Momen magis di pagi 17 Agustus ini menjadi bukti bahwa api nasionalisme di Tasikmalaya tak pernah padam. Sebuah refleksi sempurna untuk terus menjaga keutuhan NKRI dan mewarisi semangat juang Proklamasi dalam kehidupan sehari-hari.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81! Merdeka! Merdeka! Merdeka!
Reporter: AR A





