BerandaBirokrasiBukan Sekadar Panggung Hiburan, PDI Perjuangan Tawang Tumpah Ruah Bersama Warga di...

Bukan Sekadar Panggung Hiburan, PDI Perjuangan Tawang Tumpah Ruah Bersama Warga di HUT RI ke-81

Date:

Berita Terkini

Jembatan Merah Putih Desa Pemekaran Diresmikan, Permudah Mobilitas Warga Dua Desa

Kabupaten Bandung, Qjabar – Jembatan Merah Putih yang menghubungkan...

Dies Natalis ke-59 SMP NESAC Diwarnai Aksi Donor Darah di Ciparay

Kabupaten Bandung, Qjabar.com – Dalam rangka memperingati Dies Natalis...

Kwartir Ranting Kutawaringin Sukses Gelar Upacara Hari Pramuka ke-65, Dukung Jambore Nasional 2026

Kabupaten Bandung, Qjabar – Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka...

94 OKP dan PK KNPI Se-Kabandung Terima Kartu BPJS Ketenagakerjaan dari Bupati KDS

KAB BANDUNG Qjabar – Bupati Bandung Dadang Supriatna atau...
spot_imgspot_img

TASIKMALAYA, Qjabar – Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Sabtu (15/8/2026), berlangsung meriah sekaligus penuh nuansa kekeluargaan.

Bertempat di Cafe AREM (Aroma Rempah), Jalan Cimulu, PAC PDI Perjuangan Kecamatan Tawang menggelar kegiatan yang memadukan santunan untuk warga lanjut usia, hiburan rakyat, lomba menyanyi, dan silaturahmi bersama masyarakat.

Menariknya, kegiatan tersebut tidak berlangsung dalam suasana formal. Pengurus partai dan warga justru tampak tumpah ruah dalam satu suasana, bernyanyi, tertawa dan menikmati hiburan bersama.

Momentum itu semakin semarak dengan hadirnya jajaran DPC PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya. Ketua DPC H. Dodo Rosada hadir didampingi Sekretaris Myftah Farid dan Bendahara Eti Guspitawati.

Yang Dibawa Pulang Bukan Hanya Hiburan

Di balik kemeriahan acara, ada pesan sosial yang ingin ditonjolkan PAC PDI Perjuangan Tawang.

Santunan diberikan kepada para lanjut usia sebagai bentuk penghormatan kepada generasi yang lebih dahulu menjalani perjalanan kehidupan sekaligus bagian dari kepedulian sosial dalam momentum kemerdekaan.

Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Tawang, Ria Syahrial, mengatakan kemerdekaan tidak seharusnya hanya dirayakan dengan seremoni.

“Politik tidak boleh selalu kaku atau melulu bicara kontestasi. Politik harus menghadirkan kegembiraan, mempererat silaturahmi, dan memberikan manfaat nyata. Santunan ini adalah bentuk kasih sayang dan rasa hormat kami kepada para sesepuh,” ujar Ria.

Menurutnya, kegiatan tersebut sengaja dibuat sederhana agar pengurus partai dan masyarakat bisa berinteraksi secara lebih dekat.

Myftah Farid: Jangan Hanya Hadir Saat Momentum Politik

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya, Myftah Farid, memberikan apresiasi terhadap kegiatan PAC Tawang.

Ia menilai kegiatan sosial seperti itu penting untuk menjaga hubungan antara organisasi politik dan masyarakat.

“Kami memberikan apresiasi kepada PAC Tawang yang mampu mengemas momentum kemerdekaan dengan kegiatan yang menyentuh masyarakat. Partai jangan hanya muncul ketika ada momentum politik, tetapi harus hadir dalam kehidupan masyarakat,” kata Myftah.

Ia menegaskan, keberadaan jajaran DPC, PAC hingga ranting dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga soliditas organisasi.

“Dari DPC, PAC sampai ranting, kami ingin terus membangun kebersamaan. Politik bagi kami harus diterjemahkan dalam kerja-kerja kerakyatan,” ujarnya.

Ketika Sekat Politik Luntur di Tengah Warga

Suasana semakin cair ketika panggung hiburan dimulai.

Tidak ada lagi sekat antara pengurus partai dan warga. Mereka berbaur menikmati musik dan lomba menyanyi. Tepuk tangan dan gelak tawa pun pecah mengiringi jalannya acara.

Bagi sebagian warga, kemerdekaan kali ini bukan hanya soal merayakan ulang tahun Republik Indonesia.

Ada pesan sederhana yang terasa dari kegiatan tersebut: kemerdekaan juga berarti bisa berkumpul, berbagi, menghormati para sesepuh dan menikmati kebersamaan tanpa melihat latar belakang.

Dari Jalan Cimulu, Kecamatan Tawang, pesan itu terasa sederhana namun kuat.

Bahwa politik bisa saja berbicara tentang kekuasaan dan kontestasi. Tetapi di tengah masyarakat, politik juga dituntut untuk mampu menghadirkan kepedulian.

Dan pada Sabtu sore itu, Cafe AREM menjadi salah satu ruang tempat pesan tersebut dirayakan—dengan santunan, tawa, musik, dan kebersamaan.

Reporter: AR A

Q Jabar

spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini