TASIKMALAYA, Q JABAR – Suasana Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Selasa (18/8/2026), mendadak semarak. Nuansa merah begitu terasa saat PAC PDI Perjuangan Bungursari menggelar rangkaian pendidikan politik dan pesta rakyat dalam momentum bulan kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni. Jajaran DPC PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya turut hadir langsung dan berbaur dengan kader serta masyarakat.
Tampak hadir Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya Dodo Rosada, Sekretaris DPC Myftah Farid, dan Bendahara DPC Eti Guspitawati. Kedatangan jajaran DPC disambut Ketua PAC PDI Perjuangan Bungursari Asep Devo, bersama pengurus PAC.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama yang berlangsung khidmat. Kader dengan atribut merah tampak membaur bersama warga, menciptakan suasana kebersamaan dan gotong royong yang menjadi bagian dari semangat peringatan kemerdekaan.
Namun setelah doa bersama, suasana berubah menjadi lebih meriah. Beragam perlombaan khas Agustusan dan hiburan musik membuat warga yang hadir ikut larut dalam kegembiraan.
Di sela kegiatan, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya Dodo Rosada menegaskan bahwa pendidikan politik tidak harus selalu berlangsung dalam suasana formal dan kaku.
“PDI Perjuangan itu partainya wong cilik. Di momen kemerdekaan ini, kita ingin hadir dan berbaur bersama masyarakat. Pendidikan politik penting untuk menguatkan ideologi, sementara pesta rakyat menjadi ruang kebersamaan dan gotong royong,” ujar Dodo.
Sementara itu, Ketua PAC PDI Perjuangan Bungursari Asep Devo menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme warga serta kehadiran jajaran DPC dalam kegiatan tersebut.
“Ini menjadi energi bagi kami di PAC Bungursari untuk terus bergerak bersama masyarakat. Lomba dan pesta rakyat menjadi ruang kebersamaan, sementara pendidikan politik menjadi bekal bagi kader untuk memahami tugas dan perjuangan partai,” kata Asep.
Kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa aktivitas politik di tingkat akar rumput tidak selalu identik dengan forum formal. Edukasi, silaturahmi, hiburan, dan kebersamaan dapat dikemas dalam satu kegiatan yang dekat dengan masyarakat.
Dari Bungursari, pesan yang ingin ditunjukkan sederhana: politik juga bisa hadir dengan wajah yang merakyat—berbaur, bergotong royong, dan membangun kebersamaan bersama warga.
Bungursari meriah, merahnya terasa, semangat gotong royongnya menyala!
Reporter: AR A





