Kabupaten Bandung, Qjabar – Pemerintah Kecamatan Katapang menggelar kegiatan Sosialisasi Persampahan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Katapang. Kegiatan ini menjadi upaya bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, pegiat lingkungan, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Katapang Rahmat Hidayat, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Katapang, Feri selaku aktivis peduli lingkungan, Lina pendiri Koperasi, serta para pegiat dan pemerhati lingkungan dari tujuh desa yang berada di wilayah Kecamatan Katapang.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya melalui pemilahan sampah organik dan anorganik, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, hingga pemanfaatan kembali sampah yang masih memiliki nilai ekonomis.
Camat Katapang Rahmat Hidayat menyampaikan bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Menurutnya, diperlukan peran aktif seluruh elemen masyarakat agar tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali.
“Melalui sosialisasi ini diharapkan lahir kesadaran bersama bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat. Dengan kolaborasi seluruh pihak, persoalan sampah dapat ditekan sehingga kebersihan lingkungan dapat terus terjaga,” ujarnya.
Ketua Koperasi Produsen Kartini Bumi Lestari, Lina Winarti, menyampaikan bahwa pendirian koperasi tersebut diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat, khususnya para pelaku dan petugas kebersihan, untuk mengelola sampah menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomi.
Menurutnya, persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi peluang untuk meningkatkan daya beli dan taraf hidup masyarakat apabila dikelola secara bersama-sama dan berkelanjutan.
“Saya berharap dengan didirikannya Koperasi Produsen Kartini Bumi Lestari ini bisa meningkatkan daya beli masyarakat. Sampah, terutama plastik dan limbah daur ulang, saat ini menjadi permasalahan yang cukup serius. Dengan masyarakat bergabung bersama koperasi, minimal mereka bisa meningkatkan taraf hidupnya,” ungkap Lina Winarti.
Ia menjelaskan, masyarakat yang bergabung menjadi anggota koperasi nantinya dapat berperan dalam proses pengumpulan, pemilahan, serta pengelolaan sampah dan limbah yang masih memiliki nilai ekonomis, dalam hal ini juga kami sudah bekerja sama dengan DLH dan Disdik Kabupaten Bandung.
Hasil dari pengelolaan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi anggota koperasi.
“Walaupun mungkin peningkatannya tidak langsung signifikan, minimal daya beli masyarakat bisa lebih baik dibandingkan ketika sampah tersebut tidak dikelola dan tidak memiliki nilai ekonomi,” tambahnya.
Keanggotaan Koperasi Terbuka bagi Masyarakat
Lina Winarti juga menegaskan bahwa untuk bergabung menjadi anggota Koperasi Produsen Kartini Bumi Lestari, hal utama yang dibutuhkan adalah kemauan dan kesadaran untuk bersama-sama mengelola lingkungan serta meningkatkan kesejahteraan.
Ia menyebutkan, seperti halnya koperasi pada umumnya, terdapat simpanan pokok dan simpanan wajib sebagai bagian dari ketentuan keanggotaan. Namun, Koperasi Produsen Kartini Bumi Lestari memiliki konsep yang lebih menekankan pada pemanfaatan sampah sebagai bagian dari aktivitas produktif anggotanya.
“Persyaratannya yang paling utama adalah kemauan. Kalau ada kemauan, insyaallah kita bisa bersama-sama bergerak. Untuk simpanan pokok dan simpanan wajib tetap ada karena itu merupakan bagian dari koperasi, tetapi konsep kami juga menggunakan potensi sampah sebagai bagian dari kegiatan produktif,” jelasnya.
Anggota Koperasi Didorong Memiliki Jaminan Kesehatan
Selain bergerak di bidang lingkungan dan ekonomi, Koperasi Produsen Kartini Bumi Lestari juga memberikan perhatian terhadap aspek kesehatan para anggotanya.
Baca juga : Pemkab Bandung Percepat Mitigasi Kekeringan, Distribusi Air Bersih hingga Pompa Sawah Disiapkan
Menurut Lina, masih banyak petugas kebersihan dan masyarakat yang bekerja di lapangan belum memiliki jaminan kesehatan yang memadai. Padahal, mereka setiap hari berhadapan dengan berbagai kondisi lingkungan yang berpotensi memengaruhi kesehatan.
Karena itu, pihak koperasi akan berupaya membantu anggota yang belum memiliki jaminan kesehatan, termasuk membantu proses kepesertaan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) bagi masyarakat yang memenuhi ketentuan.
“Anggota yang bergabung nantinya minimal harus memiliki jaminan kesehatan. Tidak semua petugas kebersihan di lapangan memiliki BPJS PBI. Kalau menggunakan BPJS Mandiri, tentunya ada iuran yang harus dibayarkan.
Apabila memang memenuhi persyaratan, kami akan membantu proses mutasi dari BPJS Mandiri ke BPJS PBI. Bagi yang belum memiliki BPJS, kami juga akan membantu proses pengurusannya,” tuturnya.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen koperasi untuk tidak hanya memperhatikan aspek ekonomi, tetapi juga kesehatan dan perlindungan sosial bagi para anggotanya.
Ajak Masyarakat Bersama-Sama Menjaga Lingkungan
Lina Winarti mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bandung, khususnya warga Kecamatan Katapang, untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Menurutnya, persoalan sampah tidak bisa hanya diserahkan kepada pemerintah atau petugas kebersihan. Diperlukan kesadaran dan keterlibatan seluruh masyarakat mulai dari tingkat rumah tangga, lingkungan, hingga komunitas.
“Mudah-mudahan masyarakat Kabupaten Bandung, khususnya Kecamatan Katapang, semakin sadar akan pentingnya menjaga dan memelihara lingkungan. Kita harus bersama-sama menjaga kesehatan, mengelola sampah, sekaligus ikut memikirkan bagaimana meningkatkan taraf hidup masyarakat,” pungkas Lina Winarti.
Melalui kehadiran Koperasi Produsen Kartini Bumi Lestari, diharapkan pengelolaan sampah di wilayah Kecamatan Katapang dapat dilakukan secara lebih terarah dan produktif. Sampah yang selama ini dianggap sebagai persoalan diharapkan dapat diubah menjadi peluang ekonomi, sekaligus menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Para peserta yang berasal dari tujuh desa juga mengikuti sesi diskusi dan berbagi pengalaman mengenai berbagai tantangan pengelolaan sampah di wilayah masing-masing. Diskusi tersebut diharapkan mampu menghasilkan solusi dan inovasi yang dapat diterapkan sesuai dengan kondisi di setiap desa.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi salah satu langkah nyata Pemerintah Kecamatan Katapang dalam mendukung terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat melalui penguatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Diharapkan, setelah kegiatan ini seluruh peserta dapat menjadi agen perubahan yang mampu mengedukasi masyarakat di desanya masing-masing sehingga budaya menjaga kebersihan lingkungan semakin tumbuh dan berkelanjutan.
Reporter : Yun.s





