Kota Tasik , Qjabar – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Tasikmalaya mulai memanaskan mesin politik menghadapi kontestasi mendatang. Mengawali masa bakti 2026–2031, partai berlambang bola dunia itu melakukan restrukturisasi organisasi dengan memangkas jumlah pengurus sekaligus memperkuat keterwakilan perempuan.
Langkah tersebut diumumkan setelah terbitnya Surat Keputusan (SK) dari DPW PKB Jawa Barat dalam kegiatan Silaturahmi dan Mujahadah yang digelar di Jalan Mashudi, Kota Tasikmalaya, Selasa (21/7/2026).
Ketua DPC PKB Kota Tasikmalaya, H. Wahid, menjelaskan bahwa struktur kepengurusan yang sebelumnya berjumlah sekitar 99 orang kini dirampingkan menjadi 54 pengurus agar organisasi lebih efektif dan fokus menjalankan program kerja.
Menariknya, sekitar 42 persen dari total kepengurusan diisi oleh perempuan. Angka tersebut melampaui ketentuan minimal 30 persen keterwakilan perempuan dalam kepengurusan partai politik.
“Keterlibatan perempuan bukan sekadar memenuhi aturan. Mereka menjadi bagian penting dalam strategi dan penguatan organisasi PKB ke depan,” ujar H. Wahid.
Selain melakukan pembenahan internal, PKB Kota Tasikmalaya juga mulai mengonsolidasikan kekuatan hingga tingkat akar rumput. Menurut H. Wahid, kepastian jadwal Pemilu tidak menjadi alasan untuk menunda persiapan.
“Mau Pemilu digelar 2029 ataupun 2031, kami siap. Persiapan harus dimulai dari sekarang agar organisasi semakin solid. Target kami adalah meraih delapan kursi DPRD Kota Tasikmalaya,” tegasnya.
Dengan restrukturisasi organisasi, peningkatan peran perempuan, serta target politik yang lebih tinggi, PKB Kota Tasikmalaya menunjukkan optimisme untuk memperkuat posisinya dalam peta politik daerah menjelang pemilu mendatang.
Reporter : AR A





