BerandaPendidikanJangan Hanya Lihat Data Desil , Kepala Desa Sukamukti Minta Perhatikan Semangat...

Jangan Hanya Lihat Data Desil , Kepala Desa Sukamukti Minta Perhatikan Semangat Belajar Anak

Date:

Berita Terkini

Rakor Dinkes Kota Tasikmalaya Terkait Posyandu 

Kota Tasikmalaya, Qjabar - Bertempat di Hotel Cordella yang...

TPI Soroti Akses Keterbukaan Informasi di SMAN 1 dan SMAN 5 Kota Tasikmalaya

KOTA TASIKMALAYA, QJABAR - Transparansi Publik Institut (TPI) menyoroti...
spot_imgspot_img

Kabupaten Bandung Qjabar – Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, termasuk pemerintah desa. Kepala Desa Sukamukti, Agus Tajudin, berharap pelaksanaan program tersebut dapat memberikan kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi seluruh anak yang membutuhkan, tanpa terbatas pada klasifikasi desil atau kategori tertentu.

Menurut Agus Tajudin, keberadaan Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Program ini diharapkan mampu menjadi solusi bagi anak-anak yang selama ini mengalami kendala untuk melanjutkan pendidikan karena faktor ekonomi maupun keterbatasan akses terhadap fasilitas pendidikan.

“Program Sekolah Rakyat ini sangat baik dan patut didukung bersama. Namun kami berharap dalam pelaksanaannya tidak hanya melihat berdasarkan desil atau kategori tertentu saja, melainkan lebih mengutamakan anak-anak yang memang memiliki keinginan kuat untuk bersekolah tetapi terkendala berbagai faktor,” ujar Agus Tajudin.

Ia menjelaskan bahwa di lapangan masih ditemukan sejumlah anak dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang beragam yang membutuhkan bantuan pendidikan. Oleh karena itu, pendekatan yang lebih fleksibel dan berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat dinilai akan membuat program tersebut lebih tepat sasaran.

Baca juga : Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru bagi Keluarga Miskin, Wali Asrama SRT 16 Bandung Ajak Masyarakat Berperan Aktif dalam Sosialisasi

Agus menilai pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara yang harus dapat diakses oleh seluruh anak Indonesia tanpa terkecuali. Dengan adanya Sekolah Rakyat, pemerintah telah menunjukkan komitmen dalam menciptakan pemerataan pendidikan, khususnya bagi kelompok masyarakat yang selama ini sulit memperoleh kesempatan belajar yang layak.

Lebih lanjut, ia berharap proses seleksi peserta didik Sekolah Rakyat dapat mempertimbangkan kondisi riil di lapangan yang diketahui oleh pemerintah desa. Keterlibatan desa dalam proses pendataan dan verifikasi dianggap penting agar program benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

“Kami di tingkat desa tentu lebih mengetahui kondisi warga. Ada anak-anak yang sangat ingin melanjutkan sekolah, memiliki semangat belajar tinggi, tetapi terkendala biaya atau kondisi keluarga. Mereka juga harus mendapatkan perhatian dan kesempatan yang sama,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya diukur dari jumlah peserta didik yang diterima, tetapi juga dari kemampuan program tersebut dalam membuka masa depan yang lebih baik bagi generasi muda. Pendidikan yang berkualitas diyakini mampu menjadi jalan keluar dari lingkaran kemiskinan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.

Agus Tajudin juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung program Sekolah Rakyat agar dapat berjalan optimal. Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui peran aktif pemerintah daerah, pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga orang tua dalam mendorong anak-anak untuk terus menempuh pendidikan.

Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, ia optimistis Sekolah Rakyat akan menjadi salah satu program unggulan yang mampu memberikan harapan baru bagi anak-anak Indonesia, khususnya mereka yang memiliki semangat belajar tinggi namun menghadapi berbagai keterbatasan dalam mengakses pendidikan formal.

“Harapan kami sederhana, tidak ada lagi anak yang putus sekolah karena alasan ekonomi atau keterbatasan kesempatan. Selama mereka memiliki kemauan untuk belajar dan meraih masa depan yang lebih baik, maka mereka harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk bersekolah,” pungkas Agus Tajudin.

 

Reporter : Yun.s

Q Jabar

spot_img
spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini